Indonesia Science Expo 2019 Hadirkan 11 Pertisipan Internasional

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Okt 2019   17:30 WIB

Komentar
Indonesia Science Expo 2019 Hadirkan 11 Pertisipan Internasional

Highlight Program ISE 2019 di Kantor Pusat LIPI, Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (18/10). (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) segera menggelar Indonesia Science Expo (ISE) 2019 pada 23-26 Oktober 2019 di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, ada yang berbeda perhelatan ISE 2019. 

"Yang berbeda di ISE tahun ini adalah adanya International Exhibition for Young Inventors (IEYI). Yang merupakan pemberian penghargaan untuk para peneliti muda berprestasi di bawah usia 35 tahun. Kegiatan IEYI di mana Indonesia menjadi host untuk ke tiga kalinya. IEYI ini sudah ke tahun 15 diselenggarakan. Selain itu, IEYI ini diikuti oleh 11 partisipan internasional seperti Indonesia, Jepang, Macau, Malaysia, Philipina, Rusia, Singapura Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam. 

Nur mengatakan bahwa Indonesia sudah mulai turut serta berkompetisi khususnya di bidang science dengan sejumlah seperti Jepang, China, Taiwan, India dan beberapa negara lain. Pemenang-pemenang karya ilmiah tingkat nasional nantinya akan dikirim untuk mengikuti kompetiso science berskala internasional.

"Tahun ini Indonesia menjadi host, tahun depan pemenang nasional Young Inventors akan kita kirim ke Rusia," tambah Nur.

Penyelenggaraan Indonesia Science Expo ini diharapkan menjadi ujung tombak Indonesia bisa ikut berpartisipasi dalam penelitian, riset dan bidang ilmu teknologi khususnya untuk generasi muda ke kancah internasional. Dengan perhelatan ISE 2019, LIPI juga terus berupaya mengajak komunitas ilmiah, industri, dan pemerintah untuk memberi perhatian kepada generasi muda science.

"Diharapkan pula siswa-siswi Indonesia bisa terpacu dan menggugah ide serta inovasi para pelajar bisa menjadi solusi atas permasalahan masyarakat yang ada di sekitarnya melalui inovasi penelitian sehingga menciptakan suatu produk ilmiah yang berdaya guna," ungkapnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: