BPPT Bangun Pilot Project Garam Industri Skala 40000 Ton di Gresik

TrubusNews
Thomas Aquinus
18 Okt 2019   15:00 WIB

Komentar
BPPT Bangun Pilot Project Garam Industri Skala 40000 Ton di Gresik

Kepala BPPT Hammam Riza, usai melakukan Pemancangan Perdana Peralatan Pilot Project Garam Industri di Gresik. (Foto : BPPT)

Trubus.id -- Pembangunan Pilot Project Garam Industri di Pabrik PT. Garam di Manyar, Gresik, Jawa Timur menandakan trend positif kebutuhan garam nasional. Diinisiasi oleh BPPT bekerjasama dengan PT. Garam, pembangunan Pilot Project ini menjadi model peralatan proses pemurnian dengan skala produksi 40.000 ton/tahun telah dimulai.

Kepala BPPT Hammam Riza, usai melakukan Pemancangan Perdana Peralatan Pilot Project Garam Industri tersebut, mengatakan bahwa dengan fasilitas ini, pihaknya berupaya mendorong agar petani garam memiliki, dan menyimpan garam dalam bentuk garam industri.

"Kami bersyukur hari ini pemancangan perdana Pilot Project Garam Industri ini dapat dilakukan. Semoga dengan ini petani garam dapat memiliki nilai jual lebih baik dibandingkan garam krosok yang ada selama ini, serta menjadi momentum untuk mencapai target pemerintah, yakni memenuhi kebutuhan garam nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, (17/10).

Baca Lainnya : Pertama di Indonesia, NTT Rintis Pembangunan 'Kampus Garam'

Hammam mengungkapkan, saat ini kebutuhan garam nasional meningkat terus seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri. 

Untuk itu dibutuhkan pengembangan teknologi, guna membantu petani garam dalam meningkatkan kuantitas produksi, serta kualitas produk garam lokal menjadi garam industri yang memiliki nilai tambah.

"Pembangunan Pilot Project garam industri kapasitas 40.000 ton/tahun ini kami targetkan dapat selesai pada akhir tahun ini. Langsung dioperasionalkan bekerjasama dengan PT.Garam untuk mengkaji kehandalan dari aspek ekonomi, durability, termasuk pemeliharaannya," ujar Hammam.

Perlu diketahui, produk garam dalam negeri secara kuantitas belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Sementara itu dari sisi kualitas, garam lokal belum memenuhi garam industri. Dikarenakan, kandungan NaCl yang lebih rendah dan pengotor (impurities) yang melebihi standar. 

Baca Lainnya : 211.216 Kilogram Garam Telah Disemai Turunkan Hujan Buatan, Karhutla Mereda

Data juga menyatakan bahwa Impor garam tahun 2018 mencapai 2,7 juta ton. Pada saat ini garam konsumsi sekitar 2 juta ton/tahun sudah dapat dipenuhi dengan produksi dalam negeri, tetapi garam industri masih 100% impor. 

Lebih lanjut dituturkan Hammam saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan pembangunan Pilot Project garam industri terintegrasi. [NN]

 

"Kami tengah mengkaji terap Pilot Project garam industri, yang dapat menghasilkan berbagai produk turunan garam maupun bittern menjadi bahan baku obat, bahan farmasi, minuman isotonik, dan lainnya. Sehingga secara ekonomis pemanfaatan seluruh mineral garam akan lebih dapat dimanfaatkan secara optimal," terangnya. 

 

Hammam lantas berharap agar dukungan kebijakan, serta sinergi antar pihak semakin solid. Hal ini penting agar produktivitas, dan kemandirian bangsa dalam hal pemenuhan kebutuhan garam ini, dapat diwujudkan. 

 

"Kami juga akan merekomendasikan agar pembangunan beberapa pabrik garam industri, di sentra-sentra produksi garam rakyat seluruh Indonesia, dapat mengacu pada desain BPPT ini.  Kami juga meminta seluruh pihak, agar berkomitmen dalam upaya memenuhi kebutuhan garam konsumsi dan garam industri, guna meningkatkan daya saing produksi garam rakyat menuju kemandirian, dan melepaskan ketergantungan terhadap garam impor," pungkas Hammam. (Humas/HMP)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: