Cegah Masuknya Virus Demam Babi Afrika, Korsel Perketat Daerah Perbatasan

TrubusNews
Syahroni
16 Okt 2019   23:00 WIB

Komentar
Cegah Masuknya Virus Demam Babi Afrika, Korsel Perketat Daerah Perbatasan

Ilustrasi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam satu bulan terakhir, lima babi hutan ditemukan mati di zona demiliterisasi (DMZ) Korea. Yang mengejutkan, kelima babi tersebut terindikasi terinfeksi virus demam babi Afrika/ African Swine Fever (ASF).

Guna mencegah babi-babi liar ini menyebarkan virus ke babi ternak, Korea Selatan langsung bertindak mengamankan daerah perbatasannya. Pemerintah Korsel bahkan menyatakan akan mengerahkan penembak jitu dan pemburu sipil ke perbatasan negara dengan Korea Utara demi berburu babi hutan. 

Kementerian Pertanian Korsel menuturkan pihak berwenang juga akan menggunakan pesawat nirawak yang dilengkapi pemindai suhu (thermal vision) untuk mencari babi-babi liar yang terinfeksi virus.

Baca Lainnya : Babi Hutan Terjangkit Virus Demam Babi Afrika Ditemukan di Zona Demiliterisasi Korea

Insiden itu dianggap Seoul memperlihatkan bahwa hewan liar seperti babi hutan bebas keluar masuk wilayah Korsel dari perbatasan Korut. Sementara itu, laporan Komisi Intelijen Parlemen Korsel menunjukkan bahwa virus ASF sudah menyebar secara tidak terkendali di Korut dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua komite tersebut, Lee Hye-hoon, mengklaim bahwa flu Afrika telah menyebar ke hampir seluruh wilayah Korut. Ia juga menuturkan seluruh babi di Provinsi Pyongan Utara telah "musnah" akibat virus tersebut.

Dikutip The Straits Times, Senin (14/10) lalu, Lee mendapatkan data itu mengutip laporan dari Badan Intelijen Nasional Korsel.

Sementara itu, menurut laporan Kementerian Pertanian Korut kepada Organisasi Dunia untuk Kesehatan Binatang (OIE) menyebutkan bahwa hanya ada 22 babi hutan yang mati di sebuah peternakan sekitar 260 kilometer dari utara Pyongyang pada Mei lalu.

Baca Lainnya : Korea Selatan Mengkonfirmasi Kasus ke-2 ASF, 5000 Ekor Babi Siap Dimusnahkan

Akan tetapi, sejak itu belum ada tindak lanjut yang dilakukan OEI dalam merespons laporan Korut tersebut.

Virus demam babi Afrika ini merupakan penyakit yang sangat menular dan berakibat fatal bagi hewan terutama babi. Meski tidak membahayakan manusia, otoritas Korsel terus melakukan langkah antisipasi menyusul bertambahnya jumlah kasus virus demam Afrika di negaranya.

Pemerintah Korsel menemukan kasus pertama demam Afrika sekitar pekan lalu. Hingga saat ini, Seoul telah menemukan total tujuh kasus babi yang terjangkit penyakit itu. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: