Asap Putih Membumbung, PVMBG Terus Pantau Aktivitas Gunung Slamet Jawa Tengah

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Okt 2019   12:30 WIB

Komentar
Asap Putih Membumbung, PVMBG Terus Pantau  Aktivitas Gunung Slamet Jawa Tengah

Gunung Slamet, Jawa Tengah (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, Sukedi mengungkapkan, status gunung yang berada di antara lima Kabupaten Jawa Tengah tersebut hingga saat ini masih fluktuatif.  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Waspada (Level II).

"Status masih Waspada (Level II), semuanya masih fluktuatif sehingga kami ikuti terus perkembangan itu," kata Sukedi,  Rabu (16/10/2019). 

Ia mengatakan pihaknya setiap pekan selalu melakukan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Slamet. Hingga saat ini, belum ada parameter lain yang mendukung untuk diturunkan kembali ke Normal (Level I) maupun dinaikkan ke Siaga (Level III).

"Jadi memang masih tetap di status Waspada," ujarnya.

Sukardi juga mengatakan berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh petugas Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, tremor menerus yang terjadi di Gunung Slamet masih terekam.

Baca Lainnya : Pekerja Migran Indonesia Dilatih Menanam Hidroponik di Brunei Darussalam

Dalam satu pekan terakhir, kata dia, amplitudo tremor menerus tertinggi yang terekam sempat mencapai kisaran 0,5-5 milimeter dan dominan pada 3 milimeter.

Sementara dalam pengamatan yang dilakukan pada hari Rabu (16/10/2019), pukul 00.00-06.00 WIB, amplitudo tremor menerus yang terekam berkisar 0,5-3 milimeter dan dominan 1 milimeter.

"Saat Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas pada tahun 2008-2009 dan 2014, terutama saat akan terjadi letusan, tremor menerus tertinggi mencapai di atas 10 milimeter. Tetapi saat itu ada parameter lain yang mendukung, kalau sekarang belum ada," katanya.

Selain itu, kata dia, gempa embusan masih terekam dan asap putih tipis dengan ketinggian 50-100 meter yang keluar dari kawah puncak Gunung Slamet juga masih teramati oleh petugas Pos PGA Slamet.

Ia mengakui jika embusan asap putih yang keluar dari kawah puncak Gunung Slamet pada Senin (14/10/2019) pagi sempat terlihat cukup tebal, namun sekarang kembali menipis.

"Deformasi juga masih terjadi di Gunung Slamet, sehingga statusnya masih tetap waspada," ucapnya.

Baca Lainnya : Ibu Negara Tanam Hidroponik Hingga Tinjau Produk IKM di Banyuwangi

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan hingga saat ini PVMBG masih merekomendasikan kepada masyarakat maupun pengunjung untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.

PVMBG pada tanggal 9 Agustus 2019, pukul 09.00 WIB, menaikkan status Gunung Slamet dari aktif normal (Level I, red.) menjadi waspada (Level II, red.) karena ada peningkatan aktivitas kegempaan dan parameter lainnya. (Antara) 

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: