Korban Bertambah jadi 72 Jiwa, Hagibis Bencana Alam Paling Mahal untuk Jepang

TrubusNews
Syahroni
15 Okt 2019   22:30 WIB

Komentar
Korban Bertambah jadi 72 Jiwa, Hagibis Bencana Alam Paling Mahal untuk Jepang

Seorang wanita melihat rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Nagano pada 15 Oktober 2019, setelah angin kencang dan hujan lebat serta memicu tanah longsor dan bencana banjir. (Foto : Doc/ CNN)

Trubus.id -- Korban tewas akibat Topan Hagibis telah meningkat menjadi 72 di Jepang. Sementara itu, ribuan warga lainnya masih terlunta di udara dingin yang bisa mencapai 15 derajat cekcius tanpa listrik atau air, menurut kantor berita NHK.

Salah satu badai terkuat yang melanda negara itu dalam beberapa tahun terakhir, mendarat di Jepang Sabtu malam waktu setempat di Semenanjung Izu, barat daya Tokyo. Tak butuh waktu lama, badai itu meninggalkan jejak kehancuran di lintasan yang dilaluinya.

Hari ini, (15/10), pencarian terhadap para korban yang sulit terjangkau terus dilakukan di daerah-daerah yang dilanda banjir. Sebanyak 110.000 personel yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, pasukan bela diri dan polisi, serta 110 helikopter diterjunkan untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan, menurut Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga seperti dilansir dari CNN.

Baca Lainnya : Jepang Dilanda Badai Hagibis, Terbesar dalam 60 Tahun Terakhir

Dalam satu insiden tragis, sebuah keluarga beranggotakan empat orang tewas ketika mereka tersapu aliran sungai yang menghantam mobil mereka. Sebuah video yang dirilis oleh TV Asahi pada hari Selasa (15/10) menunjukkan, penyelamat berusaha untuk mengambil kendaraan yang hancur dari perairan yang masih bergejolak di Kota Sagamihara, pinggiran kota Tokyo.

Mobil itu terhempas dari sebuah jembatan pada Sabtu malam karena hujan deras dan luapan sungai, Takayuki Magara, juru bicara pemadam kebakaran setempat, mengatakan kepada CNN. Mayat ayah berusia 49 tahun, ibu berusia 39 tahun, dan anak perempuan berusia 11 tahun semuanya ditemukan berserakan di dekat mobil yang ditemukan. Sementara itu, jasad putra berusia 8 tahun mereka ditemukan Selasa pagi 1,7 kilometer (1,1 mil) dari sungai.

Meskipun topan tidak jarang terjadi di Jepang, Hagibis - yang berarti "kecepatan" dalam bahasa Filipina Tagalog - sangat brutal, yang menyebabkan tingginya angka kematian. Ini adalah salah satu topan paling mematikan yang pernah melanda Jepang dalam dekade terakhir, hanya dilampaui oleh Topan Talas pada tahun 2011, yang menyebabkan 82 kematian.

Dampak yang sedang berlangsung

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: