PUPR Anggarkan Rp202 Miliar Bangun Jaringan Irigasi Baru dan Rehabilitasi di NTT

TrubusNews
Binsar Marulitua
15 Okt 2019   17:30 WIB

Komentar
PUPR Anggarkan Rp202 Miliar Bangun Jaringan Irigasi Baru dan Rehabilitasi di NTT

Ilustrasi Saluran Irigasi (Foto : Kementerian PUPR)

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp202 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi pada enam lokasi di Nusa Tenggara Timur sepanjang 2019.  Pembangunan sepanjang total 315 km tersebut dilakukan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang untuk mendukung kedaulatan pangan dan ketahanan air di NTT. 

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, Agus Sosiawan mengatakan,  Tiga lokasi diantaranya daerah irigasi (DI) Bendungan Ratiklot di Kabupaten Belu, DI Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya, dan DI Wae Mantar Kabupaten Manggarai. 

"Pembangunan jaringan transmisi air baku dari Bendungan Rotiklot sepanjang 30 Km juga dianggarkan tahun 2019 sebesar Rp 20 miliar," jelas Agus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (15/10/2019). 

Baca Lainnya : Pacu Ketahanan Pangan, Bendungan Napun Gate di NTT Ditargetkan Selesai 2020

Selanjutnya, lanjut Agus,  pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di bendung Mautenda Kabupaten Ende dan Baing di Kabupaten Sumba Timur sepanjang 58 kilometer.

Biaya pengerjaan fisiknya sebesar Rp 99 miliar dari anggaran tahun 2019. Pada tahun 2015 - 2018 juga telah dibangun sejumlah embung  di Provinsi NTT terutama di daerah rawan air dengan anggaran sebesar Rp. 649,2 miliar di 292 lokasi,  yaitu di tahun 2015 pada 136 lokasi, tahun 2016 pada 105 lokasi, tahun 2017 pada 27 lokasi, dan tahun 2018 pada 24 lokasi. 

Agus menerangkan, selain pembangunan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi,  Kementerian PUPR juga tengah fokus menyelasaikan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Manikin di Kabupaten Kupang.

Baca Lainnya : Ditargetkan Selesai 2020, PUPR Kebut Pembangunan 11.788 Hunian Tetap Korban Gempa Sulteng

 “Kedua bendungan tersebut ditargetkan selesai masing-masing pada akhir tahun 2021 dan tahun 2022. Sementara ada satu lagi bendungan yang akan dibangun, saat ini dalam proses pembahasan teknis yakni Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo dengan kapasitas tampung sebesar 34,14 juta m3,” ujarnya.

Bendungan Temef memiliki luas genangan 380 Ha dengan kapasitas tampung 45,78 m3 untuk mengalir irigasi 600 Ha, air baku 10 liter per detik dan potensi tenaga listrik sebesar 2,6 megawatt. Total biaya pengerjaan bendungan Rp 1,5 triliun. Pembangunannya dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya.

Bendungan tersebut akan melengkapi penyelesaian dua bendungan seblumnya yakni Raknamo di Kabupaten Kupang pada tahun 2018 dan Rotiklot di Kabupaten Belu tahun 2019. Saat ini Pembangunan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka juga  sudah mencapai 70,96 % pengerjaan dan direncanakan selesai tahun 2020.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: