Gempa Magnitudo 5,9 di Bengkulu Akibat Pergerakan Subduksi Lempeng Indo-Australia

TrubusNews
Binsar Marulitua
15 Okt 2019   09:47 WIB

Komentar
Gempa Magnitudo 5,9 di Bengkulu Akibat Pergerakan  Subduksi Lempeng Indo-Australia

Hasil Analisis gempa Bengkuku (Foto : BMKG)

Trubus.id -- Badan Meteorologi KLimatologi dan Geosika (BMKG) menganalisis gempa bumi magnitudo 5,9  mengguncang Bengkulu pada Selasa, 15 Oktober 2019 pukul 05.23 WIB merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. 

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Baca Lainnya : Pagi Ini, Gempa Bumi Berkekuatan M=5,9 Guncang Bengkulu

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelas Triyono di Jakarta, Selasa.

Triyono menjelaskan, meskipun berlokasi di laut pada jarak 154 km arah Barat Daya Kota Bengkulu, Bengkulu pada kedalaman 36 km, gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. 

BMKG merekomendasikan kepada  masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu,agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: