Palapa Ring Timur Melengkapi Tulang Punggung Internet Nasional

TrubusNews
Thomas Aquinus
14 Okt 2019   18:30 WIB

Komentar
Palapa Ring Timur Melengkapi Tulang Punggung Internet Nasional

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Senin (14/10) meresmikan beroperasinya Palapa Ring Timur. (Foto : Dok BPMI)

Trubus.id -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Senin (14/10) meresmikan beroperasinya Palapa Ring Timur yang telah selesai dibangun bulan Agustus 2019 lalu. Paket Palapa Ring Timur melengkapi jaringan tulang punggung internet nasional Palapa Ring yang telah lebih dulu beroperasi dan dinikmati masyarakat sejak tahun 2018, yaitu paket Palapa Ring Barat dan Tengah.

Presiden mengatakan, Palapa Ring tidak hanya dirasakan manfaatnya dalam sektor ekonomi, melainkan juga dalam sektor lain yang saling terikat. 

"Palapa Ring tidak hanya memajukan sektor ekonomi, kita ingin ini bisa berguna bagi sektor sosial, budaya politik dan pemerintah kita," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10).

Melalui Palapa Ring, kata Presiden, Indonesia akan disatukan dari Sabang sampai Merauke, dari dari Miangas sampai Pulau Rote dengan jaringan internet kecepatan tinggi. 

Baca Lainnya : Tandatangani Perpres, Presiden Wajib Menggunakan Bahasa Indonesia Pidato di Luar Negeri

Palapa Ring juga diharapkan menjadi penghubung produk-produk lokal atau UMKM ke jaringan pasar nasional, bahkan ke pasar global. 

"Nanti ini sudah dijangkau, kita koneksikan market place dari daerah disambungkan masuk ke market nasional, market nasional masuk lagi ke global market place," katanya.

Palapa Ring secara bertahap akan memeratakan kecepatan internet di seluruh Indonesia dengan disparitas harga yang semakin kecil antara wilayah di Jawa dengan wilayah di luar pulau Jawa. 

Dalam siaran persnya, Bupati Asmat Provinsi Papua, Elisa Kambu, menyampaikan rasa syukur karena berkat adanya jaringan internet cepat di Agats (ibu kota Kabupaten Asmat), wilayahnya dapat turut berperan dalam era digital di mana penyelenggaraan pemerintahan dan ekonomi secara online meningkatkan kecepatan layanan masyarakat. Agats telah menikmati jaringan Palapa Ring Timur sejak Agustus 2019. 

Baca Lainnya : Wakil Presiden Jusuf Kalla Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat

Internet yang disediakan pemerintah juga sudah dinikmati di sekolah-sekolah dan puskesmas di daerah tersebut. Secara khusus, Bupati Asmat menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, yang telah menghadirkan internet cepat Palapa Ring di Kabupaten Asmat.

Selama ini, manfaat Palapa Ring juga dirasakan oleh Sahidan (41), seorang nelayan yang biasa mencari ikan di Selat Lampa, Natuna.  

“Saya berprofesi sebagai nelayan sudah 23 tahun. Namun, baru sekitar dua tahun belakangan pendapatan dari hasil menangkap ikan meningkat,” ujarnya.  Sejak Palapa Ring Barat beroperasi awal tahun 2018, Sahidan menggunakan internet  untuk memanfaatkan aplikasi Nelayan Nusantara yang membantunya untuk mengetahui posisi ikan dan sekaligus memperjualbelikan hasil tangkapannya secara online.

Senada dengan Sahidan, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Natuna, Zainuddin, juga mengamini manfaat dari pengoperasian jaringan serat optik Palapa Ring Barat. Zainuddin menambahkan, manfaat lain dari Palapa Ring Barat, yaitu bahwa dengan adanya sinyal seluler, nelayan setempat dapat tetap berkomunikasi ke daratan saat menangkap ikan hingga ratusan mil ke laut, sehingga selalu dapat berkomunikasi dengan darat bila terjadi sesuatu.

Baca Lainnya : Sebelum Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau, Presiden Jokowi Gelar Salat Istisqa

Saat meresmikan Satelit Palapa Ring Timur, Presiden didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara melakukan videoconference dari Istana Negara dengan para pejabat pemerintah daerah di Sorong (Papua Barat), Merauke (Papua), Rote (Nusa Tenggara Timur), Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam), dan Penajam (Kalimantan Timur).

Turut hadir bersama Presiden, startup dan entrepreneur muda dari Papua yang bergerak dalam berbagai bidang seperti edukasi (pemberantasan buta huruf, pelatihan bahasa, antihoax, dan diplomasi), bidang energi, penerbangan, kuliner, dan seni.

Kehadiran pemuda-pemudi Papua ini mewartakan peran internet yang telah mereka gunakan dalam menunjang aktivitas mereka dan harapan mereka untuk pemberdayaan ekosistem ekonomi digital di Papua.

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: