Kopi Indonesia Makin Populer di Rusia

TrubusNews
Thomas Aquinus
14 Okt 2019   17:00 WIB

Komentar
Kopi Indonesia Makin Populer di Rusia

Festival Kopi Indonesia di Moskow. (Foto : Dok Kemenlu RI)

Trubus.id -- Kopi Indonesia sampai saat ini semakin populer di Rusia. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia di Moskow yang berlangsung tanggal 11 Oktober 2019. Festival dihadiri oleh para pelaku bisnis Rusia di sektor kopi, seperti perusahaan roasting, importir dan distributor, pemilik coffee shop, dan barista.  

Festival yang terbagi dalam sesi workshop dan business mixer memperkenalkan ragam kopi Indonesia, terutama specialty coffee, coffee cupping dan coffee roasting. Peserta mendapat penjelasan tentang jenis-jenis specialty coffee Indonesia dan proses pengolahannya. Specialty coffee yang ditampilkan antara lain kopi Kerinci Natural, Central Java Honey, Toraja, Bali, Gayo Natural, North Malabar, Gayo, Flores Bajawa, dan Toraja Pulu.

Festival juga menyajikan kopi Indonesia yang dibawa oleh para pengusaha dari Indonesia. Para peserta festival mencoba dan menikmati beragam aroma dan cita rasa kopi Indonesia di tengah suhu udara yang mulai dingin di Moskow, mencapai 10 derajat Celsius.

Baca Lainnya : Belgia Bantu Harga Jual Kopi Jambi ke Internasional

Ketua Asosiasi Kopi Rusia, Ramaz Chanturia, yang hadir dalam Festival Kopi Indonesia mengatakan pangsa pasar specialty coffee di Rusia berkembang pesat seiring dengan peningkatan konsumsi kopi Rusia secara umum dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia untuk lebih memperkenalkan kopi Indonesia. Saya berharap semakin banyak ragam kopi Indonesia yang dapat dijumpai dan dinikmati masyarakat di Rusia”, kata Ramzan dalam keterangan tertulisnya.

Tren kopi di Rusia diketahui meningkat pesat sejak 10-15 tahun terakhir. Bahkan saat ini meminum kopi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Rusia. Menurut salah satu penelitian bahwa orang Rusia meminum kopi di luar rumah lebih sering daripada orang Italia dan Perancis.

Jika sebelumnya kopi diminum di kedai kopi, kafe, dan restoran setelah makan malam, sekarang kopi diminum tiap saat dan dapat dengan mudah diperoleh, seperti di tempat-tempat makan cepat saji (fast food), jajanan di pinggir jalan (street food), dan kantin-kantin.

Baca Lainnya : Ditolak di Eropa, Ternyata Biji Kopi Gayo Terpapar Bahan Kimia

Potensi pasar Rusia untuk kopi Indonesia sangat besar. Pada tahun 2018 Indonesia adalah pengekspor kopi terbesar ke-11 bagi Rusia sebesar 3.628 ton dengan transaksi senilai USD 9,1 juta USD. Sementara itu, total impor kopi Rusia mencapai 196 ribu ton atau senilai USD 592,9 juta. Importir kopi terbesar Rusia adalah Vietnam (96 ribu ton), Brazil (34 ribu ton), Itialia (14 ribu ton), India (6 ribu ton), dan Jerman (6 ribu ton).

Dedi Junaedi, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI yang datang ke Moskow melihat langsung peluang pasar Rusia bagi kopi Indonesia. Menurutnya Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-4 dunia berpotensi besar menembus pasar Rusia karena Indonesia memiliki kopi yang berkualitas tinggi dan keanekaragaman cita rasa kopi yang tidak kalah dari negara lain.

Festival Kopi Indonesia di Rusia untuk pertama kalinya digelar oleh KBRI Moskow atas kerja sama dengan Kopi Tanamera Indonesia dan Cocar Coffee Rusia. Festival ini juga didukung oleh Kementerian Pertanian RI.

Selama Festival berhasil ditandatangani kontrak ekspor kopi Indonesia ke Rusia senilai 2 milyar rupiah antara Tanamera dengan importir kopi Rusia, Cocar Coffee. Pengiriman perdana satu kontainer kopi premium dari Indonesia akan dimulai pada akhir Oktober 2019 dan pengiriman selanjutnya 4-5 kontainer setiap bulannya.

Baca Lainnya : 13 Sentra Produksi Kopi Nasional Dukung Berkembangnya IKM Olahan Kopi

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, mengatakan Festival Kopi ini digelar untuk memberikan edukasi dan mempromosikan kopi Indonesia ke Rusia, khususnya specialty coffee.

“Empat kali penyelenggaraan Festival Indonesia berdampak pada besarnya minat warga Rusia terhadap kopi Indonesia. Diharapkan nilai ekspor kopi Indonesia ke Rusia terus meningkat mengingat besarnya potensi pasar Rusia,” kata Dubes Wahid.

Untuk mendorong promosi dan ekspor kopi Indonesia ke Rusia, Dubes Wahid memberikan penghargaan kepada Kopi Tanamera sebagai The Pioneer of Indonesian Specialty Coffee Exporter 2019, Cocar Coffee sebagai Russian Importer of Indonesian Specialty Coffee 2019, dan KLD Coffee Importers sebagai The Most Active Indonesian Coffee Importer 2019.​

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: