Ini Dia Perbedaan Hurricane, Typhoon dan Cyclone

TrubusNews
Hernawan Nugroho
14 Okt 2019   14:30 WIB

Komentar
Ini Dia Perbedaan Hurricane, Typhoon dan Cyclone

Mata badai Florence yang begitu lebar hingga terlihat dari luar angkasa (Foto : NOAA)

Trubus.id -- Badai Hagibis sedang menerjang Jepang. Kerusakan bangunan dan korban jiwa pun berjatuhan. Ternyata fenomena badai -salah satunya Hagibis, terjadi di seluruh belahan dunia. Manurut Nature, sebuah badai dinamakan menurut wilayah asal pembentukannya. Proses pembentukan badai sendiri berasal dari udara yang naik dengan cepat ketika dipanaskan oleh air laut yang hangat. Saat udara mendingin lagi, udara itu didorong oleh udara lain yang lebih hangat hingga naik dan berputar membentuk siklus yang menyebabkan angin kencang. Karena itulah istilah resmi untuk fenomena alam ini adalah siklon tropis.

Namun, penyebutan dan sistem penamaannya disesuaikan dengan wilayah asal pembentukannya. Jika siklon tropis itu terbentuk di Samudera Atlantik Utara dan Pasifik Timur Laut, mereka disebut "Hurricane". Tetapi jika jenis gangguan yang sama terjadi di Laut Pasifik Barat Laut, mereka dikenal sebagai "Typhoon". Sedangkan di Pasifik Selatan dan Samudra Hindia, "Cyclone"  adalah istilah yang tepat.

Baca Lainnya : WNI Korban Badai Hagibis Belum Terdata di Jepang, Korban Tewas Capai 26 Orang

Sementara nama belakang yang mengiringinya ditentukan oleh otoritas meteorologi negara di wilayah tempat terbentuknya badai (basin, yakni lempeng samudra yang membentuk badai tropis). Di seluruh dunia, terdapat 9 basin dengan berbagai lembaga meteorologi wilayah dan negara yang memantaunya.

Karena itu, ketika badai itu terbentuk di wilayah perairan Filipia, maka otoritas meteorologi negara tersebut yang berwenang memberi nama. Begitu pula dengan nama " Super Typhoon Mangkhut" yang menghantam Guam dan Filipina pada September 2018 lalu. 

Arah lintasan Badai Hagibis yang awalnya terjadi di perairan Guam (foto: istimewa)

Nama badai itu diajukan oleh otoritas meteorologi Thailand karena terbentuk di wilayah perairan mereka. Mangkhut adalah bahasa Thailand yang artinya buah manggis.

Tidak ada pola tertentu untuk penamaan badai. Tapi satu prinsip dasar yang harus dipatuhi semua negara adalah nama badai tidak boleh mengandung sentimen agama. Selain itu, satu nama hanya bisa digunakan untuk satu kali saja. Karena itulah setiap otoritas meteorologi sudah mempersiapkan daftar nama-nama badai.

Beberapa negara memilih jenis nama perempuan, seperti yang dilakukan United States National Hurricane Center. Dari mereka lah kita mengenal nama Hurricane Katrina atau Hurricane Florence.

Sementara otoritas meteorologi Cina memilih nama jenis burung untuk sistem penamaan badai yang terbentuk di wilayah perairan mereka. Seperti "Typhoon Haiyan" yang artinya burung layang-layang (swallow). Sedangkan otoritas meteorologi Thailand memilih nama jenis buah-buahan.

Badai Haiyan ketika mencapai daratan, kecepatannya yang sangat tinggi meluluhlantakkan segala yang ada di perlintasannya (Foto: theGuardian)

Bagaimana bila badai tropis itu terbentuk di wilayah Indonesia? Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia memilih nama bunga dan buah untuk menamai badai tropis asal Indonesia. Berbagai nama jenis bunga yang indah seperti Cempaka, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Lili, Mangga, Seroja, Teratai, Anggrek, Bakung disiapkan BMKG sekiranya ada badai yang terbentuk di wilayah Indonesia. 

Karena Cempaka, Dahlia, Flamboyan dan Lili sudah terpakai, maka apabila ada badai tropis yang terbentuk dari lempeng samudra Indonesia, badai itu akan dinamakan Mangga.

Baca Lainnya : Terdampak Badai Akibat Hujan Munson, 14 Warga di India Barat Tewas

Fenomena bencana alam seperti Typhoon Hagibis terjadi pada periode waktu tertentu. Di Atlantik, musim topan terjadi antara 1 Juni dan 30 November. Lebih dari 95% aktivitas siklon tropis terjadi selama periode tersebut di wilayah Atlantik.

Topan di Samudra Pasifik Barat Laut paling umum terjadi dari Mei hingga Oktober, meskipun dapat terbentuk sepanjang tahun. Sedangkan di Pasifik Selatan, musim topan terjadi antara November dan April.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: