Ditolak di Eropa, Ternyata Biji Kopi Gayo Terpapar Bahan Kimia

TrubusNews
Thomas Aquinus
13 Okt 2019   18:00 WIB

Komentar
Ditolak di Eropa, Ternyata Biji Kopi Gayo Terpapar Bahan Kimia

Ilustrasi biji kopi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ketua Asosiasi Produser Fairtrade Indonesia (APFI), Armiadi mengatakan pembeli luar negeri khususnya sejumlah negara di Eropa menolak produk biji kopi dari kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Hal tersebut terjadi karena hasil uji laboratorium diketahui kopi gayo kini mengandung zat kimia berupa glyphosate yang melampaui ambang batas.

"Ambang batasnya 0,01 terhadap unsur glyphosate. Yang terdapat 0,02 sudah melebihi. Artinya kopi Gayo dianggap tidak organik lagi," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, selama ini kopi gayo selalu menjadi idola pasar dunia, karena statusnya sebagai komoditi organik, selain cita rasanya yang spesial. Karena keunggulan itu, kata Armiadi, harga jual kopi gayo di pasar dunia selama ini juga selalu tinggi di atas rata-rata harga kopi dunia.

Perbandingannya, kata dia, harga kopi dunia saat ini adalah 2,8 dolar AS atau setara Rp39.000 per kilogram untuk kopi biji hijau, sedangkan kopi Gayo berada diharga lima sampai 5,5 dolar AS per kilogram untuk kopi biji hijau.

Baca Lainnya : 13 Sentra Produksi Kopi Nasional Dukung Berkembangnya IKM Olahan Kopi

"Pertama karena dia organik, kedua karena budidayanya ramah lingkungan, ketiga karena cita rasanya yang spesial berbeda dari negara lain. Tiga komponen ini membuat harganya mahal. Tapi sekarang sudah diragukan," ujarnya.

Menurut, Armiadi jika memang benar kopi gayo saat ini mengandung glyphosate seperti yang dikatakan oleh para pembeli Eropa, maka hal yang paling ditakutkan adalah harga kopi gayo akan jatuh.

"Dampak yang paling besar adalah ketika diklaim kopi gayo ini tidak lagi organik. Maka harga kopi gayo akan turun. Kenapa harus beli kopi gayo sementara kopi Brasil lebih murah dan lebih dekat," kata Armiadi.

Lanjutnya, hampir semua pembeli kopi gayo saat ini ingin membuktikan apakah komoditi unggulan itu masih organik atau tidak.

Baca Lainnya : Indonesia Memiliki Peluang Besar Kembangkan Industri Olahan Kopi

"Kita tidak berharap benar bahwa kopi gayo itu semua mengandung glyphosate. Namun posisi sekarang jelas kopi Gayo diragukan keorganikannya. Dan internasional saat ini ingin membuktikan kopi gayo itu organik atau tidak organik. Hampir semua pembeli meminta uji lab," katanya.

Dia menambahkan bahwa kandungan glyphosate pada biji kopi merupakan hal baru atau temuan yang baru diketahui saat ini.

"Bukan hanya dari Indonesia, kopi dari Afrika pun sama posisinya mengandung glyphosate. Karena sekarang baru diketahui. Atau mereka baru menemukan alat yang bisa membaca glyphosate itu," ujarnya.

Baca Lainnya : Di Markas PBB, Wapres JK Keluarkan 3 Langkah Konkret Respon Turunnya Harga Kopi Dunia

Disisi lain, Armiadi sendiri masih menaruh harapan bahwa apa yang terjadi saat ini terhadap komoditi unggulan asal gayo itu, hanya merupakan permainan pasar untuk mencoba menjatuhkan harga kopi gayo.

"Ada isu lain apakah ini perang dagang antara Amerika dan Eropa. Karena glyphosate adalah produk dari Mosanto, Mosanto adalah milik Amerika. Apakah karena produknya mencemari makanan lalu tidak diterima oleh Eropa," katanya dilansir Antaranews.

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: