LIPI Dukung Target Pencapaian SDGs dengan Mengembangkan Pangan Fungsional

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Okt 2019   14:30 WIB

Komentar
LIPI Dukung Target Pencapaian SDGs dengan Mengembangkan Pangan Fungsional

Plt. Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Arthur Ario Lelono memperkenalkan produk pangan fungsional berupa biskuit bayi untuk pemenuhan nutrisi bayi (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kimia turut mendukung pemerintah dalam capaian target target Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan dengan terus mengembangkan pangan fungsional terkait pemenuhan gizi khususnya untuk menekan jumlah stunting. Pasalnya pemerintah sampai saat ini terus berupaya untuk menurunkan prevalensi stunting untuk memenuhi standar ketetapan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam poin di Goal ke 2 SDGs yakni mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi serta mendukung pertanian berkelanjutan. Salah satu targetnya adalah memastikan semua penduduk mendapatkan akses ke pangan yang aman dan bernutrisi.

Plt. Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Arthur Ario Lelono mengungkapkan, untuk mendukung pencapaian target SDGs, dari sekian banyak produk yang telah dikembangkan Pusat Penelitian Kimia LIPI salah satu produk yang dikembangkan adalah pangan fungsional yang bisa mendukung target SDGs yaitu biskuit bayi yang terbuat dari rumput laut khususnya terkait MPASI.

“Kita tahun depan terlibat di kegiatan Prioritas Riset Nasional yang salah satu programnya penanganan stunting. Pada kegiatan tersebut, kita akan mencoba memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan, khususnya produk biskuit bayi dengan fortifikasi asam folat untuk mendukung program pemerintah terkait penanggulangan masalah stunting,” kata Arthur ketika ditemui Trubus.id di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan.

Diakuinya, LIPI memiliki peran dalam sosialkultur masyarakat stunting. Oleh karena itu, Pusat Penelitian Kimia mengembangkan pangan fungsional dengan menawarkan beberapa produk khususnya produk pangan untuk bayi.

“Karena stunting ini banyak terjadi pada anak-anak yang masa pertumbuhannya mengalami kekurangan gizi pada masa golden age pertumbuhan mereka,” tambahnya Arthur.

Sebagai informasi, golden age adalah masa emas anak yang merupakan masa penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa golden age, pembentukan system saraf secara mendasar sudah terjadi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan: