Pelaku Entrepreneur Cenderung Alami Depresi Dua Kali Lebih Besar

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
10 Okt 2019   18:00

Komentar
Pelaku Entrepreneur Cenderung Alami Depresi Dua Kali Lebih Besar

CEO Instellar, Romy Cahyadi saat membuka ARISE di Jakarta, Kamis (10/10). (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Pelaku wirausaha sosial dinilai memiliki perjuangan yang tinggi dalam membangun usaha rintisan dan wirausaha sosial. Bahkan dikatakan CEO Instellar, Romy Cahyadi, entrepreneur mempunyai kecenderungan dua kali lebih besar mengalami depresi dari pada rata-rata orang pada umumnya.

“Entrepreneur itu mempunyai kecenderungan atau kemungkinan dua kali lebih besar mengalami depresi, Bahkan dua kali lebih besar kepingin bunuh diri, dan tiga kali lebih besar menyalah gunakan zat adiktif,” ujarnya saat membuka Awaken Rediscover Indonesian Social Entreprise (ARISE) di Jakarta Design Center (JDC), Kamis (10/10).

Menurutnya, budaya yang terlalu mengagungkan bekerja terlalu keras serta keletihan psikologis telah menjadi salah satu tantangan utama industri termasuk dunia wirausaha sosial saat ini. Pelaku wirausaha ditantang untuk menemukan titik keseimbangan antara memelihara kesejahteraan seutuhnya dan mencapai kesuksesan usaha. 

“Keberhasilan wirausaha biasanya adalah kesuksesan bisnis yang dicapai dalam waktu sesingkat-singkatnya dengan laba sebesar-besarnya,” ujarnya.

Baca Lainnya : Kolaborasi Kemenkop UKM dengan Ojek Online Wujudkan Wirausaha Baru

Namun tidak dipungkiri hal tersebut seringkali mengorbankan kesehatan fisik dan mental para wirausaha tersebut. 

“Kita perlu meredefinisi keberhasilan agar tidak hanya mencakup keberhasilan bisnis, tetapi juga kesejahteraan seutuhnya dari orang-orang yang menjalankan bisnis tersebut, baik secara fisik, mental, dan sosial,” ujarnya.

Atas dasar hal tersebut, Romy mengatakan, ARISE tahun ini mengambil tema “Being Well and Doing Well”. Dirinya mengakui mengambil tema tersebut karena sebagai entrepeneur ada suatu kenyataan teman-teman enterprenenur mengalami struggle yang besar.

“Jadi menurut kami sesuatu sangat serius, itulah sebabnya tahun ini kami mengangkat tema ini.  Itu sebabnya ARISE tahun ini dipilih tanggal 10 Oktober karena bertepatan dengan hari kesehatan mental dunia,” katanya. 

Baca Lainnya : Konsep Kewirausahaan Era Industri 4.0 Adalah Milik Semua Orang

Sebagai salah satu penggerak ekosistem kewirausahaan sosial, Instellar tetap konsisten mengadakan berbagai kegiatan inkubasi dan akselerasi bagi para wirausahawan dan innovator sosial untuk membangun jejaring dan kemitraan dengan berbagai pihak. 

ARISE sendiri hadir sebagai ajang bagi berbagai pelaku inovasi sosial yang ingin belajar praktik keseimbangan antara pekerjaan dan hidup lebih baik. 

Tahun ini juga menjadi ajang unjuk kinerja bagi 10 wirausaha sosial dari 36 peserta program inkubasi Rise Inc angkatan 6 dan 7.

Para alumni dihadapkan dengan panelis terpilih yang terdiri dari Burhan Solihin, Direktur Eksekutif Tempo.co, Muhammad Neil Himam, Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dan Kein Moon Kepala Investasi Wirausaha Sosial dari Lonsdale Innovation Capital. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: