Tekan Prevalensi Stunting, LIPI Kembangkan Produk Pangan dari Rumput Laut

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
10 Okt 2019   14:30

Komentar
Tekan Prevalensi Stunting, LIPI Kembangkan Produk Pangan dari Rumput Laut

Sofa Ketua Peneliti Pengembangan Pangan Fungsional Berbasis Rumput Laut (kiri) dalam temu media di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Kompleks Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (10/10/19). (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Pemenuhan nutrisi untuk tumbuh kembang anak sangat penting guna menyiapkan sang buah hati menjadi generasi yang unggul. Sayangnya, angka stunting di Indonesia masih belum memenuhi standar ketetapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 angka prevalensi stunting mencapai 23,6 persen. Angka prevalensi ini terus menurun. Melihat kondisi tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kimia mengembangkan produk pangan fungsional untuk memenuhi kebutuhan gizi pada anak.

Diperlukan berbagai upaya dan terobosan untuk menekan angka stunting di Indonesia. Upaya perbaikan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) serta upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak langsung. Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah dengan memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh dalam tubuh anak. Salah satu caranya dengan mengonsumsi pangan fungsional yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh.

"Stunting masih menjadi masalah di Indonesia, sehingga diperlukan inovasi untuk menurunkan angka stunting salah satunya dengan memperbaiki imun tubuh anak-anak, dengan cara mengembangkan pangam fungsional dari rumput laut sebagai imunomudulator pada balita," Sofa Fajriah Ketua Peneliti Pengembangan Pangan Fungsional Berbasis Rumput Laut dari Pusat Penelitian Kimia LIPI, dalam temu media di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Kompleks Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (10/10/19).

Pangan tersebut beragam dan mengandung berbagai vitamin dan mineral. Potensi pangan di Indonesia sangat kaya dan melimpah, bisa berasal dari pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan. Diakui Arthur, salah satu pangan yang berfungsi sebagai senyawa alami untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah Caulerpa lentilifera atau rumput laut hijau. Pangan ini dapat dimakan sebagai lalapan serta sudah dibudidayakan di Indonesia, yakni di Takalar, Sulawesi Selatan.

“Kami mengembangkan rumput laut ini menjadi produk biskuit yang berfungsi sebagai penguat sistem imun bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Farmasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tambah Arthur.

Asupan gizi yang optimal juga dapat dilakukan untuk pencegahan stunting. Salah satu nutrisi yang penting adalah asam folat yang merupakan vitamin penting untuk tumbuh kembang bayi semasa dalam kandungan dan anak-anak.

“LIPI melakukan formulasi dan identifikasi asam folat dari campuran nikstamal jagung, bayam dan brokoli terfermentasi, dan tempe kedelai dan kacang hijau,” papar Arthur kembali.

Dirinya menjelaskan, formulasi tersebut diaplikasikan pada pembuatan pangan fungsional berupa biskuit, bubur dan sup bayi dengan variasi jenis dan konsentrasi fortifikan yang berbeda dalam formulasi produk makanan pendamping ASI.

"Pangan fungsional dari rumput laut ini memiliki kadar protein yang cukup tinggi sekitar 9 persen, sehingga baik dimakan untuk menambah protein pada balita," papar Sofa.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: