Sudah 322 Meter Kubik Sampah Menumpuk Dibersihkan dari Pintu Air Manggarai

TrubusNews
Binsar Marulitua
09 Okt 2019   19:54 WIB

Komentar
Sudah  322 Meter Kubik Sampah Menumpuk Dibersihkan  dari Pintu Air Manggarai

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Jakarta membersihkan tumpukan sampah menggunakan alat berat di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu, (9/10/2019). (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Pascahujan dengan intensitas deras yang mengguyur DKI Jakarta pada Senin (8/10/2019) malam, petugas Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan mengangkut 322 meter kubik sampah atau sekitar 80 ton. Dinas Lingkungan Hidup DKI DKI Jakarta terus melakukan upaya pengangkutan sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan

"Pascahujan semalam. Sekitar lebih dari 322 meter kubik sampah atau sekitar 80 ton sudah berhasil diangkat," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, Rabu (9/10/2019).

Andono menjelaskan,  para petugas masih bersiaga di lokasi dan terus mengangkut sampah. Di lokasi pintu air, terdapat berbagai jenis sampah, seperti ranting pohon, plastik, kayu yang berukuran besar, dan sampah rumah tangga lainnya.

Baca Lainnya : Perkebunan Sawit Dominasi Karhutla Mencapai 328.724 Hektare, KLHK Rinci Pemadaman Habiskan Rp105 Miliar

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta nengerahkan empat alat berat, tiga loader, satu ekskavatot dan 45 kendaraan dari UPK Badan Air, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat serta Dinas Sumber Daya Air.

"Proses pemindahan sampah dari Pintu Air Manggarai dilakukan menggunakan 1 unit alat berat Liebher dan 2 unit excavator long arm, sehingga memudahkan petugas mengangkat sampah.

Sampah dibawa ke tempat penampungan sementara di Jalan Perintis kemerdekaan, setelah kering kemudian dibawa ke Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Baca Lainnya : KLHK Kucurkan Rp105 Miliar dalam Pemadaman Karhutla Sampai Oktober 2019

"Sampah tersebut dikirim ke TPST Bantargebang menggunakan 7 rit truk sampah typer besar dan 11 rit typer kecil,"tambanya. 

Ia menambahkan, Bendung Katulampa ataupun Pos Depok sempat mengalami kenaikan tinggi muka air hingga mencapai status Siaga III dan Siaga II. Pukul 03.00 WIB dini hari, seluruh pos pantau telah dinyatakan berstatus aman. Namun kenaikan debit air ini turut membawa sampah kiriman ke Jakarta.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: