Khofifah Maksimalkan Pariwisata TNBTS dengan Kemudahan Aksesbilitas

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
09 Okt 2019   13:00

Komentar
Khofifah Maksimalkan Pariwisata TNBTS dengan Kemudahan Aksesbilitas

Wisatawan di TNBTS (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam rangka memaksimalkan pariwisata Bromo, Tengger dan Semeru yang masuk dalam Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS). Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Museum Singhasari, Malang, Selasa (8/10) mengungkapkan keseriusannya dalam kemudahan aksesbilitas wisatawan ke TNBTS.

Keseriusan tersebut diwujudkan dengan mempersiapkan secara optimal, termasuk masalah akses, fasilitas serta melakukan pemetaan daya dukung alam menghadapi banyaknya wisatawan yang terus bergerak naik.

“Memang, Jatim dalam hal TNBTS masuk dalam tiga prioritas pengembangan pariwisata oleh pemerintah pusat. Sehingga perlu ditangani secara serius terutama aksesnya. Jadi nanti (pengembangannya) menyambung ke Malang Raya, Probolinggo ke Lumajang,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Museum Singhasari, Malang, Selasa (8/10).

Baca Lainnya : Jokowi Restui KEK Pariwisata dan Pengembangan Teknologi di Singosari, Malang

Dirinya mengakui, pihaknya telah mendapatkan investor untuk mengembangkan akses di BTS. Salah satunya usulan transportasi cable car atau kereta gantung dan sky train.

Usulan tersebut juga didukung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang berencana mendatangkan investor kereta gantung dari Swiss, dan sky train yang investornya berasal dari China yang tertarik berinvestasi.

“Jadi cable car sudah ada yang komitmen menginvestasikan melalui Bappenas itu Swiss via Probolinggo. Kalau sky train dari Malang, investor Cina punya ketertarikan di sini. Pembangunan kereta gantung diharapkan mempermudah akses wisatawan yang ingin melihat matahari terbit dan terbenam di kawasan BTS,” ujarnya.

Namun, Khofifah juga menekankan daya dukung alam di kawasan wisata Bromo Tengger Semeru tetap mengedepankan aspek ecotourism. Menurutnya, upaya ini sangat penting dan memiliki nilai strategis agar kondisi alam di BTS tidak mengalami kerusakan serta keasriannya tetap terjaga dan lestari.

Baca Lainnya : Pariwisata Indonesia Tumbuh ke-9 Tercepat di Dunia

“Sehari berapa wisatawan boleh menikmati indahnya Bromo. Karena termasuk ecotourism, area-area yang terkait dengan pasir berbisik itu membutuhkan titik-titik tertentu. (Misalnya) mobil boleh lewat di mana? Itu tetap harus dijaga,” katanya.

Hal tersebut perlu koordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengelolaan ecotourism. Dirinya tidak menginginkan keberadaan para pengunjung menjadi ancaman bagi alam di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Balai Besar TNBTS harus diajak duduk bersama. Terkait di mana titik yang diperbolehkan kalau kita mau lihat sunrise. Juga duduk bersama KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan),” ungkapnya.

Khofifah mengakui dengan adanya pengembangan tersebut, dirinya menginginkan wisatawan mancanegara (wisman) dapat menetap lebih lama di Jatim.   

“Untuk itu, saya minta tour operator agar merayu wisman agar long stay di Jatim. Lamanya tinggal akan mempengaruhi pengeluarannya sehingga berdampak ke pendapatan masyarakat,” ucapnya, dikutip dari bisniswisata.

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: