Stok Beras 5,49 Juta Ton, Kementan: Beras Surplus Sampai Akir Tahun

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
09 Okt 2019   07:27

Komentar
Stok Beras 5,49 Juta Ton, Kementan: Beras Surplus Sampai Akir Tahun

Stok beras (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa stok beras 2019 mencapai 5,49 juta Ton. Artinya stok beras tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu yag hanya 3,3 juta ton. Hal tersebut melansir angka produksi menurut perhitungan Kerangka Sampling Area (KSA) BPS. BPS mencatat, stok beras hingga akhir tahun nanti diprediksi masih di atas 5 jutaan ton.

"Angka 5,49 juta ton itu diperoleh dari stok awal tahun 2019 ditambah dengan perkiraan surplus Januari-November 2019. Jadi bila dikatakan surplus beras menyusut saya kira itu keliru. Kenapa? Karena perhitungan 3,33 juta ton itu untuk bulan Januari sampai Desember 2018, sedangkan angka perhitungan saat ini baru sampai November 2019," demikian tegas Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Bambang Sugiharto di Jakarta, Rabu (9/10).

Oleh karena itu, Bambang menekankan masih ada sisa 1 bulan yang belum terhitung. Terpenting adalah stok beras 2019 jauh lebih tinggi dibandingkan 2018.

Baca Lainnya : Kemarau, Kementan Salurkan Pompa Air dan Sumur Suntik ke Petani

"Stok banyak kan artinya ketahanan pangan semakin mantap. Stok yang semakin melimpah ini juga terkonfirmasi dari stok beras di Bulog terus meningkat hingga 2,5 juta ton. Sampai-sampai di berapa lokasi gudang Bulog sudah tidak bisa lagi menampung beras petani," terangnya.

Angka produksi KSA dihitung dari produktivitas dan luas panen dengan basis areal luas baku sawah 7,1 jt hektar dan ditambah sedikit dari panen diluar luas baku. Menurut informasi itu luas baku sawah baru terverifikasi di 16 Provinsi, sedangkan sisanya masih dalam proses verifikasi dan validasi, jadi kemungkinan akan ada perbaikan luas.

Di tahun 2017, ungkap Bambang, Kementan menggalakkan program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) untuk padi. Tanamnya bukan di lahan sawah biasa, namun di areal yang tidak biasa ditanam seperti di lahan tumpangsari dengan perkebunan, perhutanan, rawa lebak, di bawah tegakan pohon kelapa, di eks galian tambang dan beberapa lainnya.

“Nah lahan ini sebenarnya cukup luas namun belum dimasukkan ke dalam update luas baku sawah. Buktinya, kami menemukan 123 ribu hektar pertanaman padi di luar luas baku sawah dan sudah dipetakan dalam SHP tersebar di 29 provinsi,” bebernya.

Baca Lainnya : Kementan Lakukan Rehabilitasi Irigasi Guna Produksi Padi Tetap Surplus di Musim Kemarau

Menurutnya, apabila diakomodir data SHP pertanaman ini dengan produktivitas 5 ton GKG (gabah kering giling) perhektar. Artinya, akan ada tambahan surplus sekitar 340 ribu ton beras.

"Tim pemetaan masih bekerja di lapangan, diperkirakan luas pertanaman padi diluar baku sawah bisa lebih dari 300 ribu hektar," ujarnya.

Perlu diketahui data KSA berdasar luas baku lahan sawah seluas 7,1 juta hektar, sedangkan data Sensus Pertanian (SP) 2017 sebesar 8,2 juta hektar. Selisih inilah yang pihak Kementan sisir untuk mengeceknya.

"Dengan aplikasi ArcGIS kami turunkan personel untuk mendata lahan padi yang masih di luar luas baku pada KSA dan hasilnya sejauh ini sudah ditemukan 123 ribu hektar dan angka ini masih bisa terus berkembang," jelas Bambang.

"Data SHP ini kami sampaikan ke BIG, BPN dan BPS untuk diharmonisasikan dan cek validasinya. Mereka membuka peluang untuk koreksi data luas tanam," pintanya.

Baca Lainnya : Upaya Kementan Pacu Promosi Konsumsi Kedelai Lokal Dapat Dukungan Kemenko Perekonomian Hingga Bulog

Lebih lanjut Bambang menyatakan data pangan itu memang satu pintu di BPS dan menjadi acuan semua pihak. Data KSA pasti sudah diupayakan untuk menggambarkan kondisi yang sesungguhnya di lapangan.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: