KBN Hadirkan Komik Sejarah Raden Saleh di Frankfurt Book Fair 2019

TrubusNews
Thomas Aquinus
08 Okt 2019   19:00 WIB

Komentar
KBN Hadirkan Komik Sejarah Raden Saleh di Frankfurt Book Fair 2019

Ketua Komite Buku Indonesia Laura Bangun Prinsloo saat konferensi pers peluncuran buku “Leben und Abenteuer des Raden Saleh”. (Foto : Dok. Komite Buku Nasional (KBN))

Trubus.id -- Sejarah hubungan antara Jerman dan Indonesia menjadi salah satu narasi utama yang dibawa Komite Buku Nasional (KBN) di Frankfurt Book Fair 16-20
Oktober 2019. Salah satunya dilakukan dengan peluncuran buku “Leben und Abenteuer des Raden Saleh” yang diproduksi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman.

"Buku tersebut ditulis oleh sejarawan seni asal Jerman, Werner Kraus bersama tiga ilustrator komik untuk menandai kontribusi penting Raden Saleh"  ujar Ketua Komite Buku Indonesia Laura Bangun Prinsloo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (8/10).

Acara peluncuran sendiri akan dilakukan di stan Indonesia di Frankfurt Book Fair 2019 pada hari pertama pameran buku terbesar di dunia tersebut, yaitu pada 16 Oktober 2019. Dijadwalkan, Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno akan meluncurkan buku ini bersama Ketua KBN, Laura Bangun Prinsloo dan Werner
Kraus.

Baca Lainnya : Dukung Visi 2034, Unsoed LPPM dan Penebar Swadaya Gelar Pelatihan Penulisan Buku

Selain buku komik, perayaan akan nama besar Raden Saleh juga ditandai dengan ditampilkannya serangkaian perangko Jerman yang menampilkan lukisan-lukisan Raden Saleh yang diproduksi oleh Deutsche Post bekerja sama dengan Kedutaan Indonesia.

"Kami juga menampilkan sejumlah kartu pos bergambar karya Raden Saleh sebagai souvenir bagi para pengunjung," ujarnya.

Dijelaskannya, sejarah menjadi narasi cukup penting untuk ditampilkan di FBF tahun ini karena sejak menjadi tamu kehormatan pada 2015, para praktisi perbukuan di Indonesia menemukan kepercayaan diri untuk mengambil bagian di pameran buku internasional di berbagai negara. 

Di FBF tahun ini, Indonesia mendapatkan cukup banyak slot acara di Asean Forum, sebuah positioning yang menarik, yang memperlihatkan bahwa negara-negara
di Asia Tenggara, telah menduduki porsi penting dalam industri perbukuan dunia.

Baca Lainnya : Launching Buku Dasar-Dasar Agronomi, Dosen IPB Ini Ajak Masyarakat Belajar Pertanian

Sebagai materi utama, KBN membawa 350 judul buku, 10 penerbit, dua agen literasi dan satu agen ilustrasi. Selain dari industri perbukuan, KBN juga mengupayakan untuk memperlihatkan potensi dan dinamisnya relasi industri perbukuan dan konten kreatif di Indonesia dengan membawa konten-konten non-buku.

“Ajang FBF telah menjadi ajang pameran konten yang bentuknya tidak hanya dalam buku cetak tapi berbagai produk alihwahana lainnya. Indonesia kali ini juga hadir dan menawarkan konten kreatif karya anak bangsa yang diharapkan bisa diminati pasar luar dan membuka peluang untuk diaplikasikan ke berbagai medium. Demikian juga acara yang kami rancang selama FBF nanti pun mempertunjukkan insan kreatif Indonesia yang telah berhasil mengadaptasi buku ke bidang kuliner, musik, dan ilustrasi," pungkasnya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: