Peneliti LIPI Temukan Spesies Baru Katak Tanduk di Hutan Kalimantan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
08 Okt 2019   16:30

Komentar
Peneliti LIPI Temukan Spesies Baru Katak Tanduk di Hutan Kalimantan

Spesimen katak tanduk yang ditemukan Peneliti LIPI di Hutan Kalimantan (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan, pertumbuhan penduduk, serta perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi keberadaan satwa endemik Indonesia yang belum tereksplorasi. Melihat tantangan ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya mengeksplorasi keanekaragaman hayati yang ada di tanah air.

LIPI menemukan spesies baru katak hasil ekspedisi yang dilakukan Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi di hutan Kalimantan. Penemuan spesies baru ini memberikan angin segar di tengah krisis keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia.

Penemuan baru tersebut adalah, katak tanduk Kalimantan (Megophrys kalimantanensis). Peneliti bidang herpetologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidiy mengatakan, spesies katak tanduk Kalimantan ini merupakan hasil elaborasi tim peneliti LIPI serta bersama Kyoto University, Jepang; Aichi University of Education, Jepang; Institut Teknologi Bandung; dan Universitas Negeri Semarang.

Baca Lainnya : LIPI Kenalkan Ilmu Bumi Melalui Olimpiade Geologi Melange Tingkat Nasional

“Jenis baru ini dikoleksi dari ekspedisi yang dilakukan di pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, juga di Bario, Sarawak dan pegunungan Crocker di Sabah, Malaysia. Sehingga sebarannya sangat luas di wilayah Borneo,” demikian dikatakan Amir dalam kegiatan temu media di Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (8/10).

Lebih lanjut diakui Amir, morfologi katak tanduk Kalimantan sekilas mirip dengan katak tanduk pinokio (Megophrys nasuta) yang habitatnya tersebar di Sumatera, Kalimantan hingga Semenanjung Malaya. Diakuinya, jenis baru ini memiliki tanduk (dermal accessory) pada bagian moncong dan mata yang lebih pendek jika dibandingkan dengan katak tanduk pinokio. Juga sepasang lipatan lateral tambahan pada sayap. Sehingga secara akustik, suara individu jantan dari jenis baru ini memiliki variasi yang lebih banyak dan lebih panjang jika dibandingkan dengan katak-tanduk pinokio.

“Berdasarkan hasil analisis dari tiga metode pendekatan tersebut kami menyimpulkan bahwa jenis tersebut merupakan jenis baru dan kemudian diberi nama Megophrys kalimantanensis,” bebernya kembali.

Baca Lainnya : LIPI Soroti Peningkatan Hewan Laut Terdampar di Jawa Timur, 29 Kasus Masih Misteri

Amir mengatakan bahwa karakteristik katak ini cukup unik, di habitatnya, katak ini menyerupai daun kering. "Jika kita jalan di hutan kita akan sulit menemukan katak tanduk ini, katak tanduk akan ditemui apabila kita benar-benar mengamati bagian bawah dan diantara dedaunan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi Cahyo Rahmadi mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman jenis amfibi.

“Sampai saat ini Indonesia memiliki 500 jenis amfibi. Sementara di seluruh dunia lebih dari 8.000 spesies amfibi,” jelas Cahyo. [NN]

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 08 Okt 2019 - 19:45

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: