KEK Likupang Harus Berbasis Masyarakat dan Ditargetkan Selesai 2020

TrubusNews
Thomas Aquinus
08 Okt 2019   07:00 WIB

Komentar
KEK Likupang Harus Berbasis Masyarakat dan Ditargetkan Selesai 2020

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. (Foto : Dok Kemenpar)

Trubus.id -- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong percepatan pembangunan utilitas dasar dan atraksi wisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang Minahasa Utara, Sulawesi Utara harus berbasis masyarakat dan ditargetkan selesai pada 2020.

Menpar Arief Yahya saat rapat progress percepatan pembangunan KEK Likupang di Hotel Grand Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Senin (7/10/2019) mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur di Likupang perlu peran pemerintah daerah utamanya adalah masyarakat. Karena konsep dasar pembangunan destinasi wisata di Likupang harus berbasis masyarakat atau community based.

“Saya mengingatkan, dalam pengembangan destinasi, yang perlu dibangun adalah masyarakatnya terlebih dahulu. Karena mereka adalah penerima manfaat utama dari pengembangan sebuah destinasi pariwisata,” katanya daam keterangan persnya, Senin (7/10).

Baca Lainnya : Menpar Usulkan 2 Langkah dalam Mengembangkan Pariwisata di Gorontalo

Terkait rencana anggran KEK Likupang yang telah ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas yang telah ditetapkan Presiden Jokowi membutuhkan komitmen anggaran lintas kementerian/lembaga dari pemerintah pusat di APBN tahun 2020 untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp773,71 miliar.

“Anggaran ini paling kecil dibandingkan dengan 4 destinasi lainnya. Labuan Bajo mendapatkan anggaran Rp1,7 triliun. Untuk pengembangan Likupang adalah sebesar Rp773,71 miliar. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pengembangan destinasi super prioritas,” katanya.

Untuk meraih target yang ditetapkan, Menpar Arief Yahya mengatakan Likupang harus menetapkan “quick wins”.

“Likupang harus meraih Quick Wins bidang destinasi, di antaranya adalah Pengembangan Atraksi Wallace Conservation, Pengembangan Aksesibilitas Pelebaran Jalan Akses Pariwisata Likupang dan Pelebaran Jalan Girian (Bitung) Likupang,” katanya.

Baca Lainnya : Pariwisata Indonesia Tumbuh ke-9 Tercepat di Dunia

Selain itu harus dilakukan pengembangan amenitas berupa Pemetaan Potensi Homestay di Desa Marinsow, Desa Pulisan, Desa Kinunang, Desa Bahoi, dan Desa Pulau Gangga.

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Daniel Mewengkang, Kepala Balai Jalan Nasional XV Manado Triono Junoasmono, dan Direksi PT. MPRD Paquita Wijaya.

Baca Lainnya : Provinsi Jawa Barat Terapkan Manajemen Krisis Kepariwisataan

Pada kesempatan yang sama, Direksi PT. MPRD Paquita Wijaya menyampaikan progress pengembangan KEK Likupang. Pihaknya akan fokus ketiga tahap pengembangan mulai dari Marina Area untuk tempat sandar super yacht dengan standar internasional.

“Lalu ada cultural village, Wallace Conservation, dan marine tourism park yang menjadi alasan wisatawan datang ke Likupang. Tentunya selain dengan keindahan lanskap dan pantainya” katanya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Indonesia Jadi Contoh Negara Lain Manfaatkan Biodiesel

Peristiwa   09 Des 2019 - 17:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: