Cegah Polusi Udara, Mahkamah Agung India Hentikan Penebangan Ribuan Pohon di Mumbai

TrubusNews
Syahroni
07 Okt 2019   22:30 WIB

Komentar
Cegah Polusi Udara, Mahkamah Agung India Hentikan Penebangan Ribuan Pohon di Mumbai

Pemandangan dari lokasi pembangunan tempat parkir kereta metro untuk jalur kereta bawah tanah yang akan datang terlihat di pinggiran Aarey Colony di Mumbai, India. (Foto : Reuters/Francis Mascarenhas)

Trubus.id -- Mahkamah Agung India memerintahkan penghentian penebangan pohon di ibukota Mumbai untuk proyek kereta bawah tanah, Senin (7/10). Proyek ini sebelumnya memicu protes dari para aktivis yang menentang penebangan untuk membangun tempat parkir kereta api tersebut.

"Kami mengarahkan Pemerintah Maharashtra untuk tidak menebang pohon lagi di Aarey," kata Hakim Mishra, yang mengepalai hakim dua hakim, meminta negara bagian Maharashtra mempertahankan status quo hingga sidang berikutnya pada 21 Oktober mendatang, seperti dilansir dari Reuters.

Baca Lainnya : India Larang Penggunaan 6 Produk Plastik Sekali Pakai Mulai 2 Oktober Mendatang

Aktivis, bintang Bollywood dan beberapa politisi selama ini menentang pemotongan sekitar 2.700 pohon di beberapa ruang hijau di Mumbai, dengan alasan hal itu akan memperburuk tingkat polusi di kota tersebut.

Pihak berwenang membantah bahwa tidak ada lokasi lain yang layak untuk gudang di kota yang padat dengan penduduk mencapai sekitar 20 juta jiwa. Dan para pendukung mengatakan kota metropolitan akan jauh lebih bermanfaat bagi lingkungan daripada pepohonan, memperingatkan bahwa Jalur 3, yang dijadwalkan dibuka pada Desember 2021, sekarang dapat ditunda karena adanya pertentangan.

Baca Lainnya : Hati-Hati, Polusi Udara Jadi Sumber Berbagai Penyakit Mematikan

Tidak jelas berapa pohon yang sudah ditebang hingga Jumat (4/10). Saat itu polisi sempat menahan belasan aktivis yang berusaha melindungi pohon yang akan dieksekusi. Surat kabar Indian Express mengutip pejabat senior melaporkan, 2.134 pohon sudah habis dibabat. Mumbai Metro Rail Corp Ltd (MMRCL) tidak segera menanggapi permintaan informasi ini.

Kontroversi mengenai pohon telah menjadi masalah politik di Maharashtra, yang mengadakan pemilihan negara pada 21 Oktober mendatang. Sekutu lokal Perdana Menteri Narendra Modi, partai nasionalis Hindu Shiv Sena, telah mengkritik keputusan untuk penebangan pohon ini.

Mumbai Metro 3 adalah proyek 35 kilometer yang diperkirakan akan membawa sekitar 170.000 orang per hari antara distrik-distrik bisnis kota dan pinggiran kota yang jauh. Rata-rata sepuluh orang, kebanyakan orang miskin, sekarang meninggal setiap hari di kereta Mumbai yang penuh sesak, menurut pemerintah. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: