Menteri Susi Kembali Tenggelamkan 18 Kapal Asing Ilegal di Kalimantan Barat

TrubusNews
Binsar Marulitua
07 Okt 2019   10:00 WIB

Komentar
Menteri Susi Kembali Tenggelamkan 18 Kapal Asing Ilegal  di Kalimantan Barat

Kapal Perikanan Asing (KIA) ditenggelamkan oleh Satgas 115 di Pulau Datuk, Mempawah, Kalimantan Barat, pada Minggu (6/10/2019) kemarin. (Foto : KKP)

Trubus.id -- Sebanyak 18 Kapal Perikanan Asing (KIA) ilegal dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di Pulau Datuk, Mempawah, Kalimantan Barat, pada Minggu (6/10/2019) kemarin. Penenggelaman 18 KIA ilegal, terdiri dari 16 kapal berbendera Vietnam dan 2 kapal berbendera Malaysia. 

Sebelum ditenggelamkan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115), KIA tersebut telah menjalani prosedur pengadilan oleh Kejaksaan Agung sehingga memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Baca Lainnya : KKP: Reklamasi Harus Berpihak bagi Masyarakat Pesisir

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas 115, memimpin langsung peneggelaman tersebut. Ia menyatakan bahwa pemusnahan barang bukti kapal pelaku illegal fishing dilakukan tidak hanya dalam rangka melaksanakan amanah undang-undang perikanan, tetapi juga mengamankan visi misi Presiden Jokowi untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.  

"Serta memastikan kesejahteraan masyarakat, agar dapat mencukupi kebutuhan ekonominya dari hasil laut," jelas Menteri Susi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (7/10/2019). 

Sebelumnya, pada tanggal 4 Oktober 2019, sebanyak 3 kapal telah dimusnahkan di Sambas dengan cara dihancurkan dan mesinnya ditenggelamkan. Hal ini karena ketiga kapal asing berbendera Vietnam tersebut sudah rusak, sehingga tidak memungkinkan untuk ditenggelamkan. 

Pemusnahan 21 kapal ini merupakan rangkaian dari rencana pemusnahan 42 kapal ikan ilegal yang dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap dari lembaga peradilan. Adapun kapal lainnya rencananya akan di musnahkan secara serentak pada tanggal 7 Oktober 2019 yakni Belawan 6 kapal, Batam 6 kapal, dan Natuna 7 kapal. 

Baca Lainnya : Reklamasi Pascatambang Terkendala Banyaknya Perizinan yang Dikeluarkan Pemda

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Korp Polairud Baharkam Polri, Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Pontianak, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSP KP) sekaligus Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya KP, Agus Suherman; Bupati Mempawah; Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Pangdam Tanjung Pura dan Danlantamal XII Pontianak. 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: