AI dan Big Data Memiliki Peranan Penting dalam SMART TMC

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
06 Okt 2019   22:00

Komentar
AI dan Big Data Memiliki Peranan Penting dalam SMART TMC

Teknologi Modifikasi Cuaca. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala BPPT Hammam Riza menekankan, bahwa Artificial Intelligence (AI) dan Big Data akan memiliki peranan penting dalam pengembangan TMC menjadi SMART TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca).

Disampaikan Kepala BPPT Hammam Riza bahwa kerja sama dengan BMKG ini semakin diperkuat melalui pemanfaatan inovasi terbaru yakni penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam memutakhirkan SMART TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca).

"Ya kita akan bekerja sama dengan BMKG, kita akan melaksanakan riset dan pengkajian serta penerapan untuk SMART TMC yang berbasis pada Artificial Itelligence," ujar Hammam.

"Jadi ini terobosannya disitu, pencegahan berbasis kecerdasan buatan. AI dan Big Data, yang disebut dengan impact based forecasting,"tambahnya.

Baca Lainnya : BPPT dan BMKG Kerja Sama Kembangkan TMC Berbasis Kecerdasan Buatan

Terkait tugas yang akan dilakukan BMKG nantinya, Hammam menjelaskan bahwa lembaga tersebut akan bersinergi dengan BPPT, melalui pemberian informasi ramalan cuaca yang akan menunjukkan data hotspot yang muncul dan seperti apa dampak yang bisa ditimbulkan.

"Jadi BMKG melakukan peramalan cuaca yang sifatnya bisa menganalisa impact hotspot, impact terhadap kebakaran hutan dan lahan, impact terhadap kekeringan, impact terhadap gagal panen," katanya.

Data rinci itu pun akan disinkronisasi dengan Big Data cuaca yang biasanya digunakan BMKG untuk pelayanan terkait info cuaca. Big Data cuaca itu akan memuat data lengkap terkait prediksi kapan, di mana, dan seperti apa intensitas hotspot tersebut.

Baca Lainnya : BPPT Tegaskan, Operasi TMC Masih Akan Berlanjut Sepanjang Oktober

Melalui data yang diberikan itu, nantinya mesin bisa mempelajari dan menunjukkan seberapa besar produksi karhutla di sebuah daerah. Selanjutnya, upaya mitigasi pun bisa diperkuat melalui prediksi itu, yakni dengan melakukan SMART TMC di wilayah yang menjadi titik rawan kekeringan karhutla.

"Nah itu dimitigasi oleh Teknologi Modifikasi Cuaca, supaya kita bisa mencegah gagal panen, mencegah kebakaran hutan dan lahan serta mencegah bencana-bencana lainnya yang berbasis hidrometeorologi," papar Hammam 

Lebih lanjut Hammam menuturkan, bahwa keberhasilan operasi TMC dalam mengatasi karhutla merupakan bukti dari penguasaan dan pendayagunaan teknologi.

Baca Lainnya : Hotspot Berkurang, BPPT Tetap Lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca di Sumatera dan Kalimantan

"TMC itu bisa langsung dirasakan manfaatnya, oleh karenanya tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kalau kita bisa menguasai teknologi dan mendayagunakan teknologi, maka tentu saja pasti akan bermanfaat untuk bangsa dan negara kita," tutur Hammam.

Dikatakan Hammam, dorongan untuk memanfaatkan Iptek sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang tangguh dan mandiri, tentunya harus selalu ditingkatkan.

Satu diantaranya agar Indonesia mampu menghadapi berbagai situasi dan bencana.

Baca Lainnya : Teknologi Modifikasi Cuaca, Bukan Membuat Hujan? Ini Penjelasan BPPT

"Pendayagunaan teknologi mampu membangun kemandirian,dan mewujudkan daya saing. Tentu saja ini merupakan bukti bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi lah yang harus didorong," papar Hammam.

Dalam mengembangkan Iptek, khususnya pada SMART TMC ini, BPPT juga mendorong optimalisasi pendayagunaan Sumber Daya Manusia (SDM) terkait, yakni BBTMC-BPPT dan Puslitbang BMKG.

Terkait SMART TMC, sistem ini nantinya akan menghasilkan Decision Support System yang akan membuat pelaksanaan operasi TMC menjadi lebih akuntabel. 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: