KLHK Kucurkan Rp105 Miliar dalam Pemadaman Karhutla Sampai Oktober 2019

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Okt 2019   19:05 WIB

Komentar
KLHK Kucurkan Rp105 Miliar dalam Pemadaman Karhutla Sampai Oktober 2019

Kebakaran hutan dan lahan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pelaksana tugas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (KLHK), Raffles Panjaitan mengatakan telah mengucurkan total dana sebesar Rp105 Miliar dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Tetapi, biaya tersebut di luar dari operasi penegakan hukum oleh Balai Gakkum KLHK dan dana siap pakai yang juga dialokasikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

"Total yang dipakai direct sampai hari ini sebesar 105 Miliar rupiah," jelas Rafles di Gedung Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Rafles menjelaskan, 65 Miliar rupiah tersebut adalah untuk gaji Manggala Agni saat memadamkan kebakaran. Sedangkan, tambahan 40 Miliar rupiah diperuntukkan pada biaya penyewaan helikopter untuk operasi pemadaman melalui udara dan pembelian alat-alat khusus pemadaman karhutla. 

"Kita melakukan bombing di Riau, Kalsel, Kalbar kemudian sekarang ke Jambi. Di Jambi sedangkan digunakan untuk pemadaman sekaligus mengantar pasukan dan drop peralatan. juga digunakan untuk mengangkut tersangka pelaku karhutla," tambahnya.

Baca Lainnya : Kualitas Udara Membaik, Jokowi Apresiasi Petugas Gabungan Karhutla

Sebenarnya, tambah Rafles, alokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2019 sebesar 65 Miliar rupiah. Tetapi mendapatkan tambahan 40 Miliar rupiah atas koordinasi dengan DPR dimana ada pergeseran anggaran di antara unit kerja KLHK sehingga totalnya sebesar 105 Miliar rupiah. 

Ia juga mengungkap berdasarkan citra landsat, luas indikatif karhutla di Indonesia sampai dengan Agustus 2019 sebesar 328.724 ha, yang terdiri dari lahan gambut 86.563 ha lahan gambut dan 239.161 ha lahan mineral.

Sedangkan menurut penutupan lahan, lahan tidak berhutan sebesar 300.588 ha mineral dan 86.014 ha gambut. Lahan berhutan sebanyak 28.136 ha yang terdiri dari 24.588 hektare mineral  dan 86.014 lahan gambut.

Baca Lainnya : Lepas dari Eksploitasi Manusia, Orangutan Bento dan Iskandar Pulang ke Pelukan Rimba 

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman mengatakan untuk anggaran penanganan karhutla memakan biaya yang cukup besar. Bahkan, biaya sewa helikopter saja mencapai 100-200 juta per jam.

"Sebagai gambaran saja biaya sewa helikopter 100-200 juta rupiah per jam. Sementara setiap hari, helikopter bisa digunakan hingga 7-8 jam, jadi bisa dibayangkan saja biaya yang keluar untuk penanganan karhutla, biaya pencegahan mungkin akan lebih murah ketimbang biaya penanggulangan," ujarnya. 

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Raih Penghargaan Badan Publik Informatif Tahun 2019

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:47 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: