Balitbangtan Kembangkan Cluster Berbasis Diversifikasi Komoditas Pangan di Sumatera Barat

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Okt 2019   16:00 WIB

Komentar
Balitbangtan Kembangkan Cluster Berbasis Diversifikasi Komoditas Pangan di Sumatera Barat

Balitbang Kementan dan Walikota Sawahlunto kembangkan tanaman sukun (Foto : Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Badan Litbang (Balitbang) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balit Buah dan BPTP Sumbar, mengembangkan Cluster berbasis diversifikasi komoditas pangan, berupa tanaman sukun di kota sawahlunto, pemilihan komoditas pangan alternatif berupa tanaman sukun dilakukan berdasarkan spesifikasi kesesuaian lahan.

2000 batang bibit tanaman sukun diserahkan kepada pemerintah kota sawahlunto yang diterima Walikota Sawahlunto Deri Asta untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat dan kelompok tani.

"Acara serah terima benih sukun dilanjutkan dengan penanaman perdana bersama Walikota Sawahlunto beserta ketua DPRD, kepala Bank Mandiri, dan pemuka masyarakat lainnya. Kegiatan ini diharapkan mampu mengantisipasi kerawanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan bioindustri berbasis sukun sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru," jelas Deri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (4/10).

Baca Lainnya : Kementan Lakukan Rehabilitasi Irigasi Guna Produksi Padi Tetap Surplus di Musim Kemarau

Sementara itu, Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah mengatakan bahwa sukun merupakan salah satu komoditas sumber karbohidrat untuk diversifikasi pangan dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti beras. Sukun mengandung vitamin dan mineral yang lebih lengkap daripada beras dengan kalori yang lebih rendah. Dalam 100 gram buah sukun terkandung 108 kalori, sedangkan beras 349 kalori. Hal ini menjadikan sukun sangat cocok untuk keperluan diet.

"Pencanangan Nagari Sukun di Kota Sawahlunto ini disambut antusias oleh Pemerintah kota dan anggota masyarakat katena sejalan dengan program Kota Sawahlunto dalam memajukan sektor pertanian sebagai sumber pendapatan masyarakat. Lahan pertanian seluas 70 persen di kota Sawahlunto yang masih kosong diharapkan bisa menjadi lahan produktif dimasa yang akan datang," beber Deri.

Baca Lainnya : Upaya Kementan Pacu Promosi Konsumsi Kedelai Lokal Dapat Dukungan Kemenko Perekonomian Hingga Bulog

Pada kesempatan ini, Balitbangtan juga menampilkan berbagai produk olahan sukun mulai dari tepung, nasi goreng sukun, mie, brownies, keripik, olahan basah dan kering untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah produk sukun. Dukungan semua pihak sangat diharapkan dalam keberhasilan budidaya dan pengembangan agribisnis sukun di wilayah tersebut.

"Diharapkan dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan kota Sawahlunto akan menjadi salah satu sentra produksi sukun di Indonesia," pungkas Deri. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: