Waspada 5 Penyakit Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Okt 2019   13:00 WIB

Komentar
Waspada 5 Penyakit Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan

Salah seorang warga mendapatkan pelayanan akibat terpapar asap karhutla (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung hingga saat ini mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan. Kepala Bidang Evaluasi dan Informasi Kementerian Kesehatan Ira Cyndira mengungkapkan, asap mengandung sejumlah gas dan partikel kimia yang menggangu pernapasan seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), formaldehid, akrelein, benzen, nitrogen oksida (NOx) dan ozon (O3)

“Material tersebut memicu dampak buruk yang nyata pada manula, bayi dan pengidap penyakit demikian pula pada orang sehat,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (3/10/19).

Berikut ini Kementerian Kesehatan membeberkan lima penyakit yang bisa timbul akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan:

Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Polusi udara yang parah, ditambah dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh bisa mengakibatkan gangguan pernafasan dan mempermudah terjadinya ISPA. Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi terutama pada anak-anak dan kaum lansia.

Asma

Asma juga dapat disebabkan oleh buruknya kualitas udara. Kabut asap yang saat ini merajalela membawa partikel berukuran kecil yang masuk melalui saluran pernafasan dan menyebabkan gangguan layaknya asap rokok. Penduduk yang mengidap Asma, terutama anak-anak adalah kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap ancaman kabut asap.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan bisa berakibat fatal pada penderita PPOK, karena mengurangi/memperburuk kinerja paru-paru. Semakin lama pasien terpapar kabut asap, semakin besar juga risiko kematiannya.

Penyakit Jantung

Kabut asap membawa partikel mini yang dapat masuk ke dalam tubuh lewat saluran pernafasan. Sebuah studi oleh California Environmental Protection Agency tahun 2014 membuktikan, pasien yang terpapar kabut asap dalam waktu lama menggandakan risiko terkena serangan jantung atau stroke.

Iritasi

kabut asap bisa menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung serta menyebabkan sakit kepala atau alergi. Asosiasi Paru-paru Kanada mengingatkan, masker wajah tidak melindungi tubuh dari partikel ekstra kecil yang dibawa kabut asap.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: