Terdampak Karhutla, BNPB Bantu Selamatkan Orangutan di Kalimantan Tengah

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Okt 2019   12:00 WIB

Komentar
Terdampak Karhutla, BNPB Bantu Selamatkan Orangutan di Kalimantan Tengah

Orangutan terdampak karhutla di Kalimantan (Foto : ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan turut mengancam keselamatan orangutan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyatakan, bahwa selain membantu melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, BNPB juga turut membantu menyelamatkan orangutan yang terdampak kebakaran hutan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dikatakan Agus, evakuasi orangutan yang dilakukan BNPB merupakan permitaan Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

“BNPB menerjunkan sejumlah personel menggunakan helikopter untuk mengevakuasi orangutan yang terdampak karhutla,” kata Agus dalam konferensi pers di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (2/10).

Seperti diketahui, kawasan konservasi orangutan yang berada Kalimantan Tengah turut terdampak kebakaran hutan dan lahan. Sehingga primata-primata turut menjadi korban dari terjadinya karhutla.

Baca Lainnya : Orangutan Kalteng Terinfeksi ISPA Akibat Asap Karhutla

“Untuk mengevakuasi orangutan, kami (BNPB) menggunakan helikopter untuk memindahkan mereka ke tempat lebih aman,” tambah Agus.

Lebih lanjut diakuinya, helikopter tersebut digunakan BNPB untuk melakukan pengeboman air (water bombing) untuk menanggulangi karhutla. “Jadi heli yang digunakan untuk melakukan water bombing mampir dulu untuk mengevakuasi orangutan,” beber Agus.

Meski begitu, Agus menegaskan belum dapat memastikan berapa jumlah orangutan yang telah dievakuasi ke tempat yang aman dari kebakaran hutan dan lahan.

Baca Lainnya : Diselamatkan dari Penyeludupan, 3 Orangutan dibawa ke Pusat Rehabilitasi dan Karantina

Sebelumnya dikabarkan ratusan orangutan mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap. BOSF mencatat 355 orangutan yang beraada di pusat rehabilitasi dan pulau-pulau pra-pelepasliaran mengalami gangguan pernapasan. BOSF mengatakan asap tebal mengganggu kesehatan staf di pusat rehabilitasi. Yayasan juga mencatat 37 orangutan muda diduga tertular infeksi pernapasan ringan.

Perlu diketahui, kabut asap yang mengandung partikel debu dan karbon sisa pembakaran akan memasuki saluran pernapasan dan menyebabkan reaksi alergi yang berlebihan. Kondisi ini bisa memicu infeksi seperti bronchitis dan pneumonia akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: