Kemenkes Beberkan 3 Konsep Penanggulangan Dampak Karhutla Bagi Kesehatan

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 Okt 2019   18:41 WIB

Komentar
Kemenkes Beberkan 3 Konsep Penanggulangan Dampak Karhutla Bagi Kesehatan

Kepala Bidang Evaluasi dan Informasi Kementerian Kesehatan Ira Cyndira dalam forum diskusi media, Forum Merdeka Barat (FMB) 9, yang mengusung tema “Penanganan Bencana”, di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (2/10/19). (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjabarkan tiga konsep dasar dalam mengatasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara masif di sejumlah provinsi di Indonesia, beberapa waktu belakangan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Evaluasi dan Informasi Kementerian Kesehatan Ira Cyndira.

“Kemenkes terkait masalah karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan manusia menyampaikan tiga konsep dasar dalam mengatasi masalah kesehatan akibat bencana ini. Pertama, mencegah, hal ini dilakukan agar tidak ada lagi pembakaran hutan yang terjadi, perlu ketegasan Pemda yang didukung oleh penegakkan hukum dan koordinasi dan sinergi lintas sektor,” kata Ira dalam forum diskusi media, Forum Merdeka Barat (FMB) 9, yang mengusung tema “Penanganan Bencana”, di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (2/10/19).

Kedua, menghindari. Menurutnya, jika pencegahan gagal, dilakukan sebelum terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan asap. Dalam kaitannya dengan upaya ini, Ira menyebutkan, di antaranya dengan membangun ruangan aman asap terutama bagi kelompok rentan.

Ketiga yakni melindungi. Melindungi masyarakat dari paparan asap. Tapi menurutnya ini langkah akhir. Untuk melindungi, dirinya meminta masyarakat untuk memakai masker atau apapun jenisnya dan harus digunakan secara benar. Serta batasi waktu paparan kabut asap dengan cara mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Kebakaran itu diprediksi terjadi di musim kemarau. Oleh karena itu, sebelum kebakaran terjadi, sudah dibangun ruangan aman asap. Ruangan itu ditujukan untuk komunitas dan kelompok rentan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, asap mengandung sejumlah gas dan partikel kimia yang menggangu pernapasan seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), formaldehid, akrelein, benzen, nitrogen oksida (NOx) dan ozon (O3)

Ira mengatakan, tiga konsep dasar penanggulangan karhutla untuk kesehatan ini perlu dilakukan sosialisasi secara masif. Pasalnya, asap yang timbul akibat karhutla apabila terhirup manusia berdampak langsung pada kesehatan, khususnya gangguan saluran pernapasan. Dirinya menegaskan, material asap memicu dampak buruk pada manula, bayi, dan pengidap penyakit tertentu.

Bahkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa jika muncul kabut asap, masyarakat diminta menghindari atau kurangi aktivitas di luar rumah, memakai masker, lebih sering minum air putih, dan mengupayakan agar polusi tidak masuk.

Sebagai catatan, Ira menambahkan, ISPU di atas 101-500 yang timbulkan bahaya kesehatan. Bentuknya bisa ISPA, asma, paru obstruktif kronik, penyakit jantung yang kalau terpapar lama bisa serangan jantung atau stroke, dan iritasi.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: