BMKG: 887 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Magnitudo 6,5 Guncang Maluku

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 Okt 2019   18:00 WIB

Komentar
BMKG: 887 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Magnitudo 6,5 Guncang Maluku

Konferensi pers terkait update bencana di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (2/10/19) (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Mereorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan sampai hari ini Rabu, 2 Oktober 2019, tercatat sebanyak 887 kali gempa susulan pascagempa berkekuatan magnitudo 6,5 (M 6,5) yang mengguncang Maluku pada, Kamis (26/9/19) lalu.

“Dari 887 kali gempa susulan, sebanyak 94 gempa dirasakan masyarakat. Kondisi ini mengakibatkan kepanikan warga yang terus terjadi,” kata Daryono ketika menghadiri konferensi pers di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (2/10/19).

Lebih lanjut Daryono mengungkapkan, gempa berkekuatan marnitudo 6,5 ini merupakan rentetan dari kejadian gempa yang pernah terjadi pada masa lalu. Daryono menjelaskan gempa berkekuatan M 6,5 ini tepatnya berada di Kecamatan Kairatu Selatan dan pusat gempa berada di darat hanya berjarak 15 kilometer dari Kecamatan Kairatu.

“Lima belas menit setelah gempa, kami dapat melihat dari side map bahwa gempa ini merusak. Gempa ini memiliki tipe yang didahului oleh gempa pembuka yakni Foreshocks, Mainshocks, dan Aftershocks,” tambahnya.

Lebih lanjut Daryono mengungkapkan, gempa tersebut cukup jarang terjadi. Sehingga sangat menarik untuk dikaji. Bahkan dirinya mengatakan, sebelum gempa berkekuatan magnitudo 6,5, dirinya melaporkan ada rentetan gempa dengan skala kecil sebelum terjadinya gempa utama. Di mana sejak 28 Agustus 2019 wilayah tersebut sudah terjadi gempa kecil, atau gempa pembuka. Meski begitu, Daryono menegaskan bahwa tren dari statistik gempa susulan menunjukkan adanya frekuensi yang terus menurun.

“Hari pertama (26 September 2019) sebanyak 200 lebih gempa susulan. Hari ini hanya sebanyak 19 kali gempa susulan. Jadi ini sebuah pola yang cukup bagus dan bisa menenangkan masyarakat,” lanjutnya.

Daryono mengimbau masyaraka untuk tidak takut secara berlebihan karena tren aktivitas gempa mulai menurun bahkan mendekati stabil.

“Warga yang rumahnya masih kokoh diimbau untuk kembali ke rumah. Warga yang mengungsi ke bukit-bukit juga diminta untuk kembali ke rumah. Masyaraka juga diminta untuk untuk tetap tenang tetapi waspada. Dimohon untuk tidak udah percaya kepada berita bohong terkait prediksi gempa dan tsunami,” pungkasnya.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik Jadi 2.858 Jiwa

Peristiwa   28 Feb 2020 - 12:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: