Sudah 20 Konsesi Perusahaan Asing Disegel Terkait Karhutla

TrubusNews
Binsar Marulitua
01 Okt 2019   16:30 WIB

Komentar
Sudah 20 Konsesi Perusahaan Asing Disegel Terkait Karhutla

ilustrasi Kebakaran hutan dan lahan (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan, hingga 1 Oktober 2019 telah melakukan penyegalan terhadap 64 lokasi di mana tempat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan. 

Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani menyampaikan hal tersebut dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Proses Penegakan Hukum Karhutla", bertempat di Kantor KLHK, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

"Kami lakukan 64 lokasi kami segel yang berada di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Kami jadikan mereka target hukum dan jumlahnya dipastikan akan bertambah. Ada tim yang bekerja terus sehingga masih bisa bertambah. Walaupun api padam, jejaknya masih ada, jejak karbon, jejak arang, jejak digital masih ada," ungkapnya. 

Baca Lainnya : Sudah 62 Lahan Konsesi Perusahaan Disegel KLHK, Titik Panas Menurun

Rasio mengungkapkan, berdasarkan data dari KLHK, dari 64 lokasi yang disegel, 20 di antaranya merupakan milik perusahan asing dari Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

"Ada banyak perusahan luar juga, ada Malaysia, ada Singapura, Hong Kong, ada juga nama Indonesia tapi direksinya dari Malaysia atau Singapura. Kami bersama kepolisian terus berkoordinasi. Saat ini yang kita tetapkan tersangka ada 8. Ini jumlahnya juga pasti akan bertambah karena yang disegel 64," jelas Rasio.

Baca Lainnya : 14 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Indonesia, Malaysia dan Singapura Mendominasi

Terkait mengapa upaya penyegelan tidak dilakukan secara cepat, Rasio menerangkan bahwa sering kali lokasi terjadinya karhutla sulit diakses. 

"Tidak mudah menyegel ini. Sering kita memikirkan 'kok tidak disegel'. Lokasinya juga susah, kita tahunya data dari satelit, tetapi setelah kita coba ke lokasi membutuhkan waktu 4-5 jam, aksesnya susah. Kemarin kendaraan kita di Jambi sempat jeblos juga," tandasnya

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: