Kementan Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi 

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Sep 2019   16:59 WIB

Komentar
Kementan Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi 

Kementan Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi (Foto : Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen melakukan pengembangan sektor pertanian Indonesia, khususnya melakukan penanganan mulai dari sektor hilir yang juga semakin berkembang. Untuk itu, Pemerintah melalui Kementan perlu mendorong para petani untuk berkelompok dalam mengusahakan budidaya pertaniannya, sehingga diperoleh skala ekonomi yang efisien dan dilakukan dengan manajemen yang modern mulai dari budidaya hingga pemasarannya.

Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo konsep korporasi petani yaitu petani bekerja dalam kelompok besar, melakukan pengelolaan pertanian dari hulu hingga hilir dengan menggunakan manajemen modern, memanfaatkan aplikasi-aplikasi modern, melakukan industri yang modern, sekaligus memasarkan produknya kepada industri retail atau konsumen.

Direktorat Serealia, Kementan menuangkan konsep korporasi tersebut dalam kegiatan Pilot Project Kawasan Padi Berbasis Korporasi Petani seluas 2.000 ha di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten yang diarahkan pada pengembangan perbenihan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat untuk mendukung penyediaan benih padi.

Direktur Serealia Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang Sugiharto menyatakan dengan adanya korporasi petani padi akan membawa banyak manfaat bagi petani. Manfaat korporasi petani yaitu meningkatkan kapasitas kelembagaan petani, meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan, memotong distribusi produk pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Manfaat bagi petani antara lain yaitu jaminan pasar, bantuan modal kerja dan sarana produksi, jaminan ketersediaan input, bebas premi asuransi dan bebas bunga pinjaman," kata Bambang di Jakarta, Senin (30/9/19).

Kepala Subdirektorat Padi Tadah Hujan dan Lahan Kering Direktorat Serealia, Dina menambahkan kegiatan pengembangan padi berbasis korporasi petani untuk Provinsi Jawa Barat tersebar di Kabupaten Subang 450 ha, Ciamis 400 ha, Majalengka 150 ha dan Pandeglang, Provinsi Banten 1.000 ha.

“Dalam kegiatan pilot project ini, petani bermitra dengan perusahaan benih sebagai off taker yang akan membeli dan mengopkup calon benih yang berasal dari hasil budidaya kelompok tani," katanya.

Lebih lanjut Dina menegaskan berbagai unit Kementan terkait saling sinergi kegiatan dalam mendukung korporasi petani ini. Pemerintah pusat maupun daerah akan mendampingi petani dalam melaksanakan budidaya padinya.

"Kemudian kegiatan panen hingga diserap oleh pihak off taker dan sampai terbentuk kelembagaan petaninya," tegasnya.

Terpisah, Plt. Kepala Bidang Tanaman Pangan, Nasir yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang menambahkan, bahwa seluruh jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang dan para petani berterimakasih kasih atas program korporasi ini.

"Karena telah dipercaya dan terpilih menjadi kabupaten satu-satunya di Provinsi Banten yang mendapatkan program ini. Kami akan melakukan yang terbaik demi suksesnya program ini," bebernya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: