Titik Panas Berkurang Signifikan, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada Asap Karhulta

TrubusNews
Binsar Marulitua
29 Sep 2019   14:26 WIB

Komentar
Titik Panas Berkurang Signifikan,  BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada Asap Karhulta

ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tetap meminta kepada masyarakat untuk terus mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Indonesia khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Meskipun, dalam tiga hari terakhir jumlah titik panas turun signifikan. 

"BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah dekat dengan Karhutla untuk selalu mewaspadai untuk selalu berhati-hati," jelas Deputi Bidang Meteorologi R. Mulyono R. Prabowo, di Jakarta, Minggu (29/9/2019). 

Ia mengatakan BMKG mendeteksi adanya penurunan signifikan jumlah titik panas di wilayah Indonesia. Menurut pantauan satelit Modis (Terra Aqua), Suomi NPP, dan NOAA-20 selama 3 hari terakhir (26 – 28 September 2019) sebesar 78% persen dibandingkan satu minggu sebelumnya (22-28 September 2019). 

Baca Lainnya : Titik Panas Kabakaran Hutan dan Lahan Turun 90%

Lokasi titik panas tersebut diantaranya berada di wilayah Indonesia seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. 

"Jumlah hotspot di wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Timur fluktuatif, Sedangkan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan fluktuatif cenderung menurun sampai 28 September 2019," jelas Prabowo di Jakarta. 

Dia menambahkan, kecenderungan penurunan jumlah titik panas di Indonesia dan negara Asia Tenggara secara tidak langsung dapat menurunkan sebaran Asap di wilayah Indonesia, Namun Masyarakat masih harus mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dikarenakan potensi hujan yang masih belum signifikan di  daerah tersebut.

Baca Lainnya : Satelit NOAA-20 Rekam Penurunan Titik Panas di Asia Tenggara

Saat ini dalam mengupayakan peningkatan potensi hujan di daerah terjadinya karhutla, BMKG berkerjasama dengan TNI, BPPT dan BNPB melakukan kegiatan teknologi modifikasi cuaca yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi hujan di wilayah karhutla yang sudah dilaksanakan beberapa tempat di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. 


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: