211.216 Kilogram Garam Telah Disemai Turunkan Hujan Buatan, Karhutla Mereda

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Sep 2019   19:00 WIB

Komentar
211.216 Kilogram Garam Telah Disemai Turunkan Hujan Buatan, Karhutla Mereda

Pemadaman Kebakran Hutan dan Lahan (Foto : Dokumentasi KLHK)

Trubus.id -- Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,(KLHK) Djati Witjaksono mengatakan hingga 27 September 2019 kemarin, sebanyak 211.216 kg garam telah disemai untuk mempercepat pertumbuhan awan sehingga turun hujan. 

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BPPT sangat membatu upaya pemadaman di darat, sehingga dapat menurunkan jumlah titik panas potensi kebakaran hutan dan lahan 

"Dalam satu minggu ini, hujan sudah turun di Provins Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat seperti di wilayah Singkawang Bengkayang, Sukadana, dan beberapa wilayah lainnya. Hujan juga turun di wilayah Kalimantan Tengah," jelas Djati di Jakarta, Minggu (28/9/2019). 

Djati menjelaskan untuk Provinsi Riau, tim Manggala Agni, TNI, POLRI dan Masyarakat Peduli Api tetap menyiagakan 38 posko khusus di daerah rawan karhutla, dan masih dilakukan upaya pemadaman di Kecamatan Dumai Timur, Dumai Selatan, Medang Lampung, hingga Rengat.

Baca Lainnya : Titik Panas Kabakaran Hutan dan Lahan Turun 90%

Wilayah-wilayah ini diketahui memiliki lahan gambut yang cukup dalam sehingga perlu dilakukan juga pemadaman darat. 

"KLHK mencatat tidak terjadi hambatan dalam aktifitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru," tambahnya,

Djati juga menerangkan, Provinsi Sumatera Selatan yang dalam beberapa hari mengalami hujan, juga menunjukkan penurunan titik panas. Namun, tim satgas masih melakukan pemadaman melalui darat untuk wilayah yang belum padam, seperti di Desa Muara Medak, Kecamatan Sungai Rotan, dan Kabupaten Muara Enim. 

Baca Lainnya : 14 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Indonesia, Malaysia dan Singapura Mendominasi

Secara keseluruhan jarak pandang di wilayah rawan karhutla cukup baik, sehingga penerbangan masih dapat dilakukan di Provinsi rawan karhutla ini, seperti di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, dimana cuaca masih sedikit berasap, dengan jarak pandang 1km, namun tidak mengganggu penerbangan dari dan ke wilayah Kalimantan Tengah. Begitu juga dengan Kalimantan Barat, kondisi cuaca yang berawan, dengan jarak pandang 7 km, pukul 06.00 pagi tadi beberapa pesawat terbang berhasil take off.

Upaya waterbombing di seluruh kawasan Indonesia juga terus dilakuakn. Hingga kemarin, lanjut Djati, total 45 pesawat atau helicopter dikerahkan dan telah menggunakan 317.204.114 liter air untuk memadamkan api di seluruh kawasan Indonesia

2015 merupakan kondisi terparah dari karhutla di Indonesia, sehingga tahun tersebut menjadi dasar studi penanganan kebakaran hutan dan lahan nasional, namun dengan kondisi tahun 2019 yang mengalami jangka waktu kemarau lebih panjang dari tahun 2019, secara nasional usaha satgas karhutla mampu meredam penyebaran titik panas dan titik api sebesar 55,74% dibanding 2015, artinya secara umum pemerintah berhasil mengurai kusutnya bencana karhutla. 

KLHK sendiri telah melakukan pembasahan lahan sejak Februari 2019 diseluruh wilayah Daerah Operasional (DAOPS) Manggala Agni. Tercatat ada 38 DAOPS Manggala Agni, dan secara keseluruhan tindakan pembasahan lahan yang dilakukan bersama dengan satgas, telah bekerja dengan jumlah personil sebanyak 29.039 personil. Untuk informasi hotspot harian dapat mengunjungi www.sipongi.menlhk.go.id yang selalu update setiap saat.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: