Lahan Gambut Tidak Pernah Kering Walaupun Kemarau, Kenapa Mudah Terbakar?

TrubusNews
Binsar Marulitua
27 Sep 2019   14:00 WIB

Komentar
Lahan Gambut Tidak Pernah Kering Walaupun Kemarau, Kenapa Mudah Terbakar?

Satwa ular ditemukan ikut mati akibat kebakaran lahan gambut (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyoroti kebakaran lahan gambut di Indonesia akibat ulah manusia. Sebenarnya, secara alami lahan ini tidak pernah kering walaupun pada musim kemarau. 

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto membeberkan alasan kenapa lahan gambut mudah terbakar.  Pertama, lahan gambut itu sudah sengaja dikeringkan, setidaknya pada bagian atasnya.

Kedua, prilaku manusia yang memantik api di permukaan gambut kering. 

"Kebakaran hutan dan lahan gambut bukan terjadi karena faktor alam," jelas Eko di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Eko menjelaskan, lahan gambut sebagai spons yang terbuat dari sisa-sisa tumbuhan yang menyimpan karbon alami sehingga tidak mudah lepas di udara dan menyerap banyak air. 

Wilayah seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, serta Kalimantan memiliki area gambut luas dan umumnya bermasalah sehingga potensinya menghadapi kebakaran hutan dan lahan juga semakin besar. Dan api yang memantik terbakarnya ekosistem itu jelas bukan berasal dari api alam seperti gunung berapi dan petir.

Baca Lainnya : 11.826 Hektar Lahan Terbakar, Kepala BNPB Dorong Penyuluh Lapangan Cegah Karhutla di Sumsel

"Sebagian besar lahan gambut di Indonesia jauh dari gunung berapi, sementara petir terjadi di musim hujan," ujar Eko.

Oleh karena itu, pembinaan perilaku dan mental manusia mesti menjadi prioritas dalam upaya pengurangan risiko bencana kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat perlu dilibatkan dengan cara memperbaiki sikap dan perilaku. Budaya tidak tertib harus dihilangkan. Dengan demikian, upaya utama pengurangan risiko bencana justru bukan pembangunan infrastruktur kebencanaan, tetapi segala upaya untuk membentuk karakter manusia Indonesia yang tertib," kata dia.

Peneliti pada Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Deny Hidayati turut memebrikan penjelasan. Menurutnya pentingnya kebijakan pengurangan risiko bencana dan pelibatan warga dalam upaya pengurangan risiko bencana.
 
Menurut dia, kesiapsiagaan warga yang tinggal di desa mesti ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.
 
Berdasarkan penelitian Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi yang menghadapi berbagai risiko bencana seperti banjir, kebakaran hutan, puting beliung, longsor, dan letusan gunung api.

"Akan tetapi dua risiko bencana yang mempunyai intensitas dan besaran yang semakin tinggi adalah banjir dan kebakaran hutan," kata Deny Hidayati.

Baca Lainnya : 14 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Indonesia, Malaysia dan Singapura Mendominasi  

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, hingga akhir Agustus 2019, lahan gambut terbakar luas mencapai 89.563 hektar dari total 328.724 hektar terbakar

Berdasrkan catatan tersebut, luas kebakaran gambut paling luas di Riau (40.553 hektar), Kalimantan Tengah (24.883 hektar), Kalimantan Barat (10.025 hektar). Karhutla juga terjadi di Jambi, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Aceh, Bangka Belitung, Kalimantan Utara dan Maluku Utara.

”Kalau kita bandingkan pada El-Nino 2015, tahun ini sepertinya tidak terlalu berbeda, meski lebih lemah. Jumlah titik api dan kebakaran juga besar,” katanya.

Sedangkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), luas lahan terbakar 1 Juli-20 Oktober 2015 mencapai 2.089.911 hektar, 618.574 hektar lahan gambut dan 1.471.337 hektar non gambut.

Kalau menganalisis luasan kebakaran gambut pada 2015 dan 2019, memiliki porsi hampir sama. Pada 2015, porsi kebakaran gambut mencapai 29% dari luasan. Pada 2019, porsi kebakaran gambut 27% dari luasan hingga Agustus.

”Memadamkan lahan gambut bukan hal mudah, mungkin ada 50 helikopter. Itu tak menjamin gambut terbakar bisa padam,” katanya.


 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: