Kepala BNPB Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa Maluku

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Sep 2019   11:30 WIB

Komentar
Kepala BNPB Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa Maluku

Kepala BNPB Doni Monardo didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail menunjau lokasi terdampak gempa di Maluku, Jumat (27/9/19) (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Pascagempa berkekuatan magnitudo 6,5 yang terjadi Kamis (26/9) kemarin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menunjungi lokasi terdampak gempa. Dalam kunjungannya tersebut, Kepala BNPB ingin memastikan penanganan darurat, khususnya korban luka dan terdampak, berjalan dengan baik.

Didampingi Gubernur Maluku Murad Ismail, Doni meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa. Mengawali hari ini, Jumat (27/9), Kepala BNPB melihat kondisi pengungsian mandiri yang berada di Kampus Darussalam, Kabupaten Maluku Tengah. Di titik ini, TNI mendirikan rumah sakit lapangan untuk merawat mereka yang terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Setelah itu, lawatan menuju RSUD dr. H. Ishak Umarella yang terletak di kabupaten yang sama. Rumah sakit ini tidak dapat difungsikan karena adanya keretakan pada dinding bangunan. Mengantisipasi dampak buruk, pasien telah ditempatkan di tenda-tenda di sekitar rumah sakit.

Baca Lainnya : 15.000 Pengungsi Gempa Ambon Membutuhkan Bantuan Logistik

Selanjutnya, Doni menuju ke Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Desa ini menjadi salah satu desa terdampak paling parah saat gempa. Ia bertemu jemaat Waai dari Gereja Protestan Klasis Ambon Timur dan warga yang berada di pos pengungsian.

Di lokasi terdampak gempa, Doni berpesan kepada pemerintah daerah setempat, BMKG, TNI dan Polri supaya intensif mensosialisasikan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah mereka. Masyarakat Masyarakat dihimbau oleh Kepala BNPB untuk selalu mendapatkan informasi dari pihak berwenang dan tidak mudah terpengaruh pada informasi palsu yang tiak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Masih banyak ditemui di lapangan, warga yang memilih untuk tinggal di tenda. Mereka masih khawatir untuk tinggal di dalam rumah meskipun rumahnya tidak rusak,” jelas Doni di Maluku, Jumat (27/9).

Baca Lainnya : BMKG: Hingga Jumat Pagi Terjadi 239 Kali Gempa Susulan Di Kairatu Selatan

Diakuinya, BNPB telah mengirimkan personel untuk membantu penanganan darurat pascagempa. Selain itu, BNPB telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan ke lokasi terdampak. Bantuan logistik yang dikirimkan berupa matras 149 lembar, perlengkapan keluarga 200 paket, selimut 500 lembar dan sandang 500 paket.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa berkekuatan magnutudo 6,5 terjadi pada Kamis, (26/9/19) pukul 06.46 WIB. Gempa tersebut terjadi pada 40 km timur laut Ambon, Maluku dengan kedalaman 10 km. Sebelumnya BMKG merilis gempa dengan kekuatan M 6,8 tetapi kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,5.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi dirasakan di wilayah Ambon dan Kairatu pada skala intensitas V MMI, di Paso II-III MMI dan Banda II MMI. BMKG merilis bahwa berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami. [NN]

 

  2


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik Jadi 2.858 Jiwa

Peristiwa   28 Feb 2020 - 12:04 WIB
Bagikan: