15.000 Pengungsi Gempa Ambon Membutuhkan Bantuan Logistik

TrubusNews
Binsar Marulitua
27 Sep 2019   11:00 WIB

Komentar
15.000 Pengungsi Gempa Ambon Membutuhkan Bantuan Logistik

Bangunan Universitas Pattimura rusak setelah diterjang gempa agnitudo 6,5 di Ambon pada Kamis 26 September 2019. (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 15.000 warga masih mengungsi pasca gempa Magnitudo 6,5 di Ambon pada Kamis 26 September 2019. Pengungsi masih takut pulang ke rumah karena takut gempa susulan bakal terjadi. 

"Warga masih mengungsi karena rumah mereka rusak dan mengantisipasi gempa susulan yang bisa membahayakan bangunan tempat tinggal," kata Agus melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (27/9/208090987654321).

Agus menjelaskan, para pengungsi masih membutuhkan dukungan logistik seperti obat-obatan, makanan dan minuman bagi pengungsi, makanan minuman bagi bayi, selimut, matras, tikar, alat penerangan. tandom air, dan kebutuhan prioritas yang mendesak lainnya. 

Baca Lainnya : 66 Rentetan Gempa Susulan Tercatat Pasca Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Ambon

Terkait korban meningal dunia, BNPB melaporkan mendata sebanyak 23 orang hingga Kamis (26/9) pukul 21.53 WIT. Korban meninggal dan luka-luka disebabkan tertimpa reruntuhan bangunan karena gempa yang mengguncang.

"Yang terbanyak di Kabupaten Maluku Tengah yaitu 14 orang" tambahnya. 

Ia merinci, selain di Kabupaten Maluku Tengah, ujar Agus korban meninggal juga terjadi di Kota Ambon (enam orang), dan Kabupaten Seram Bagian Barat (tiga orang). BPBD Provinsi Maluku juga melaporkan lebih dari 100 orang luka-luka.

Menurut dia, korban meninggal dan luka-luka disebabkan tertimpa reruntuhan bangunan karena gempa yang mengguncang. Korban luka-luka terbanyak ada di Kabupaten Maluku Tengah, yaitu lebih dari 100 orang di Desa Liang.

Baca Lainnya : Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Maluku Bertambah Jadi 23 Orang

"Di Kota Ambon, lima orang luka dan telah mendapatkan perawatan medis, sedangkan di Kabupaten Seram Bagian Barat satu orang di Desa Waisama juga mengalami luka," tuturnya.

Gempa dengan magnitudo 6,5; yang sebelumnya dilaporkan magnitudo 6,8; mengguncang wilayah Maluku pada Kamis (26/9) pukul 06.46 WIB pada kedalaman 10 kilometer di 40 kilometer Timur Laut Ambon.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis gempa susulan dengan magnitudo 5,6 pada Kamis (26/9) pukul 07.39 WIB dengan kedalaman 10 kilometer di 18 kilometer Timur Laut Ambon.

"BNPB mengimbau warga selalu waspada terhadap gempa-gempa susulan dan tidak terpancing dengan informasi palsu yang dapat menimbulkan kepanikan maupun ketakutan," kata Agus.

Agus mengimbau masyarakat mengacu pada informasi resmi yang bersumber dari pemerintah daerah setempat, BMKG, BPBD, maupun BNPB.

 

  2


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: