LIPI Soroti Peningkatan Hewan Laut Terdampar di Jawa Timur, 29 Kasus Masih Misteri

TrubusNews
Binsar Marulitua
26 Sep 2019   17:30 WIB

Komentar
LIPI Soroti Peningkatan Hewan Laut Terdampar di Jawa Timur, 29 Kasus Masih Misteri

Hiu tutul terdampar di pantai Jawa Timur (Foto : LIPI)

Trubus.id -- Peningkatan jumlah kejadian hewan laut terdampar semakin menunjukkan ada permasalahan serius yang sampai belum banyak diketahui. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat, selama kurun waktu 2015 sampai 2019 telah 55 kejadian hewan laut terdampar.

Sorotan yang menjadi Fokus LIPI tertuju pada Provinsi Jawa Timur dengan jumlah kejadian terbanyak sebanyak 20 kejadian. Bahkan, selama tahun 2019 telah ditemukan 9 hewan laut yang terdampar.

“Perubahan ekosistem laut akibat perubahan iklim, polusi, eksploitasi berlebih, perubahan tata guna laut, dan masuknya jenis asing invasif yang menyebabkan kepunahan menjadi hal yang patut disikapi serius,” jelas Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi seperyi dikutip laman LIPI.go.id.

Baca Lainnya : 11.826 Hektar Lahan Terbakar, Kepala BNPB Dorong Penyuluh Lapangan Cegah Karhutla di Sumsel

Cahyo mencontohkan, pada tanggal 9 September dan 16 September 2019, ada dua ekor hiu tutul terdampar di pantai Kajaran dan pantai Bambang.

Saat tim tiba di lokasi, bangkai hiu tutul ini telah dikubur di dua tempat yang berbeda. Sementara paus bongkok kondisinya sudah tercerai berai terbawa ombak dan arus. Potongan kulit ditemukan berserakan di beberapa tempat dan tidak ada tulang yang ditemukan.

"Misi membawa paus bongkok untuk menjadi koleksi ilmiah Museum Zoologicum Bogoriense,harus kandas. Bagian tubuh yang tersisa hanya beberapa ruas tulang belakang, tengkorak bagian atas, dan rahang yang tersimpan di kantor Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur di Probolinggo,"jelasnya. 

Pada 19 September sampai 20 September 2019. tambah Cahyo, tim peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI bergerak menuju Lumajang, Jawa Timur untuk melakukan identifikasi dan analisis terhadap laporan terdamparnya hewan laut di pantai di wilayah kecamatan Pasiran, Lumajang.

Baca Lainnya : ISPU PM10 Capai 411, Kepala BNPB: Karhutla di Jambi Lebih Buruk Dibandingkan 2015

Sorotan LIPI juga tertuju pada hiu tutul yang tersesat di kanal Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, pada tanggal 16 September 2019. 

Setelah beberapa hari, akhirnya pada 20 September 2019 hiu tutul yang memiliki nama latin Rhincodon typus ini berhasil dihalau keluar dari perairan disekitar PLTU Paiton.

Hiu tutul yang masuk dalam kelas hiu dan pari ini tercantum di Daftar Merah IUCN dalam kategori Endangered (EN). Hiu tutul tergolong jenis terancam atau threatened species. Jika tidak ada upaya penyelamatan dapat masuk kategori critically endangered atau kritis

Saat ini berdasarkan Keputusan Men KKP No. 18/Kepmen-KP/2013, hiu tutul  ditetapkan sebagai jenis dengan perlindungan penuh. Sedangkan paus bongkok masuk kategori least concern  atau memiliki tingkat risiko rendah  dan dilaporkan populasinya meningkat.

“Ada pesan yang ingin disampaikan laut kepada kita yang perlu disikapi,” tegasnya

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: