Gubernur Jabar Diminta Tangani Pencemaran dan Ancaman Banjir di Sungai Cileungsi

TrubusNews
Syahroni
25 Sep 2019   18:30 WIB

Komentar
Gubernur Jabar Diminta Tangani Pencemaran dan Ancaman Banjir di Sungai Cileungsi

KP2C dan aparat terkait memeriksa kandungan limbah di Sungai Cileungsi. (Foto : Doc/ KP2C)

Trubus.id -- Pekan lalu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sepakat bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan mengambil alih penanganan dan tata kelola sungai Cileungsi dari Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bekasi. 

Pengambilalihan ini dilatarbelakangi tak berkesudahannya pencemaran di sungai  Cileungsi yang diduga dilakukan sejumlah industri yang berada di bantaran sungai tersebut. Selain sungai menghitam pekat, aroma menyengat, pencemaran sungai juga mengakibatkan persediaan air layak pakai yang dikelola PDAM Kota Bekasi menjadi terganggu.

Menanggapi hal itu, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) pun mengutarakan dukungannya terhadap rencana Pemprov Jawa Barat. KP2C menilai, jika penanganan diambil alih Pemprov Jawa Barat, normalisasi Sungai Cileungsi akan lebih baik seperti yang sudah dilakukan pemerintah pusat pada sungai Citarum. 

Baca Lainnya : DLH Kab Bogor Kembali Tutup Saluran Limbah 2 Industri di Bantaran Sungai Cileungsi

"Kami usul agar rencana aksi Pemprov Jabar dilakukan secepatnya sebelum musim hujan tiba," ujar Ketua KP2C, Puarman dalam siaran persnya, Selasa (24/9) kemarin.

KP2C juga menilai perlu dilakukan moratorium izin industri baru di bantaran sungai Cileungsi hingga program pemulihan lingkungan sungai selesai. Selain itu, mereka juga meminta adanya aturan yang mewajibkan setiap industri di bantaran sungai untuk memasang papan nama menghadap ke sungai untuk mempermudah pengawasan.

"Dengan demikian jika terjadi pembuangan limbah dapat didokumentasikan," harap Puarman.

Sejauh ini, ada dua masalah yang terjadi di  sungai Cileungsi. Banjir ketika musim hujan, dan pencemaran saat kemarau. Untuk itu KP2C meminta gubernur Jawa Barat untuk segera membantu menyelesaikan kedua masalah tersebut. Khusus penanggulangan  pencegahan banjir, KP2C merekomendasikan empat hal. Yakni, normalisasi sungai, pembangunan tanggul permanen dan cek dam, serta pembuatan waduk di hulu sungai.

Baca Lainnya : KP2C Masih Temukan Adanya Saluran Limbah yang Cemari Sungai Cileungsi

"KP2C sudah memetakan di titik mana saja yang perlu dilakukan normalisasi, pembangunan tanggul dan cek dam serta waduk," jelas Puarman.  

Patut diketahui, selama ini dalam menanggulangi banjir, KP2C sudah menampatkan 4 petugas pantau Tinggi Muka Air (TMA) di hulu sungai Cileungsi, sungai Cikeas, Cibongas, dan kali Bekasi (Pertemuan Cileungsi-Cikeas -P2C). Mereka memberikan data TMA kedua sungai secara real time di saat air sungai meninggi. Atau dua kali sehari  setiap hari sepanjang tahun di saat kondisi sungai normal. Dengan informasi tersebut, warga yang menghuni bantaran sungai Cileungsi-Cikeas sudah dalam kondisi waspada enam jam sebelum air tiba di kawasan rumahnya.

Untuk memperlancar tugas pemantauan, selain menempatkan empat petugas,  KP2C juga memasang empat CCTV yang di tempatkan di empat lokasi pantau TMA. CCTV ini sebagai 'backup' yang bisa dimonitor di HP Pengurus KP2C setiap saat. Dengan keberadaan KP2C, warga mengaku menjadi lebih tenang saat hujan deras menghantam hulu sungai. Karena mereka mendapat informasi TMA setiap saat melalui WhatsApp Group KP2C yang memiliki 6.600 anggota langsung, dengan sebaran di 26 perumahan di sepanjang sungai Cileungsi dan Cikeas. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: