Modifikasi Cuaca Berhasil Turunkan Hotspot pada Wilayah Karhutla

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Sep 2019   14:30 WIB

Komentar
Modifikasi Cuaca Berhasil Turunkan Hotspot pada  Wilayah Karhutla

Ilustrasi karhutla (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Modifikasi cuaca dengan penyemaian garam ke udara berhasil membuat hujan turun di beberapa wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut membuat titik panas (hotspot) berangsur turun. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengonfirmasi penurunan hotspot tersebut. Pada Senin (23/9) lalu, hotspot tercatat berjumlah 3.150 titik. Kemudian hari Selasa (24/9) hotspot turun pada angka 1.982 titik. 

"Hari ini menjadi 1.744," jelas Doni dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu. 

Baca Lainnya : 11.826 Hektar Lahan Terbakar, Kepala BNPB Dorong Penyuluh Lapangan Cegah Karhutla di Sumsel

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan, Malaysia dan Singapura menjadi negara asing yang mendominasi konsesi lahan perusahaan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari 52 area konsesi perusahaan yang disegel, terdapat 14 perusahaan asing milik Singapura dan Malaysia yang terlibat.

"Saya gak pegang namanya. Dari 52, ada 14 perusahaan dari Singapura dan Malaysia," jelas Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani, usai Forum Merdeka Barat 9 di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (23/9/2019). 

Rasio menjelaskan dalam menindak dan menerbitkan sanksi kepada perusahaan yang membandel, KLHK tidak akan pandang bulu. Perusahaan Indonesia, Singapura, maupun Malaysia akan tetap sama di mata hukum yang mana bila korporasi itu terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.

Baca Lainnya : 14 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Indonesia, Malaysia dan Singapura Mendominasi

Selain 14 perusahaan asing, KLHK juga menyegel 38 perusahaan nasional pemegang izin konsensi. Rincian 38 perusahaan nasional yang disegel adalah, dua perusahaan di Jambi, delapan perusahaan di Riau, dan satu di Sumatera Selatan.

Selanjutnya, sembilan perusahaan di Kalimantan Tengah, dua di Kalimantan Timur, dan 30 perusahaan di Kalimantan Barat. Total pemilik konsesi yang disegel KLHK mencapai 8.931 hektare.

Hingga Agustus 2019 luas area karhutla tahun ini mencapai 328.722 hektare. Luas ini dua kali lipat dibandingkan dengan 2017, yakni seluas 165.482 hektare.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: