11.826 Hektar Lahan Terbakar, Kepala BNPB Dorong Penyuluh Lapangan Cegah Karhutla di Sumsel

TrubusNews
Binsar Marulitua
24 Sep 2019   20:50 WIB

Komentar
11.826 Hektar  Lahan Terbakar, Kepala BNPB Dorong Penyuluh Lapangan Cegah Karhutla di Sumsel

Ilustrasi Karhutla (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Selasa 24 September 2019, Sumatera Selatan (Sumsel) tercatat menempati posisi  keenam terbesar dalam hal luas areal  kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jumlah areal hutan dan lahan yang terbakar tercatat mencapai  11.826 hektare. 

"Seluas 7.109 hektar di tanah mineral dan 4.717 hektar di tanah gambut," jelas Kepala BNPB  Doni Monardo saat memimpin rapat kordinasi penanganan Karhutla di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan, di Palembang (24/9/2019).

Doni mengingatkan kembali bagaimana mengendalikan potensi bencana karhutla yang terjadi di lahan gambut. Di mana Sumatera Selatan, memiliki lahan gambut terbesar kedua setelah Riau di Pulau Sumatera.

Baca Lainnya : ISPU PM10 Capai 411, Kepala BNPB: Karhutla di Jambi Lebih Buruk Dibandingkan 2015

Ia menjelaskan Gambut berasal dari kayu dan daun yang kering selama ratusan tahun. Fungsi gambut yang tetap harus berair, berlahan basah, dan rawa. 

Kedalaman gambut di Indonesia bervariasi bahkan ada yang sampai 36 meter. 

Ancaman permanen harus ada solusi permanen dengan merubah perilaku masyarakat. Sosialisasi terpadu Pentahelix, meningkatkan kapasitas penyuluh lapangan dan hidup bersama rakyat. 

"Poinnya adalah Kenali ancamannya, siapkan strateginya. Ketahui masalahnya Carikan solusinya" tegasnya.

Dansatgas Karhutla Sumsel yang juga Komandan 044 Garuda Dempo Kolonel Arh Sonny Septiono mengatakan, satgas Karhutla pemadaman karhutla di Sumatera Selatan didukung  12.922 satgas gabungan. Babinsa beroperasi dan menggunakan open kamera saat melakukan patroli sehingga posisinya akurat. 

Selain pemadaman, dilakukan juga tindakan pencegahan. "Kami mensiagakan 15 orang untuk menjaga  74 ribu hektar. Selain itu sudah menangkap 27 orang tersangka" sambungnya.

Baca Lainnya : 14 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Indonesia, Malaysia dan Singapura Mendominasi

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Firli Bajuri membenarkan 26 tersangka perorangan sudah ditahan dan 1 tersangka korporasi, total 27 tersangka. 
"Ke depannya diusulkan adanya satgas penegakkan hukum, sehingga saat ada tersangka pelanggaran hukum dapat segera langsung diproses, kerjasama penyidik dan kejaksaan" cetusnya.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan Sumatera Selatan tetap bersinergi memadamkan api, satgas akan bertugas sampai akhir Oktober 2019. Di provinsi Sumatera Selatan sudah dikerahkan 7 helikopter waterbombing dan 2 helikopter patroli. 

Meningkatnya jumlah hotspot, terlihat dari  perbandingan hotspot tahun 2018 dan 2019. Satelit NOAA naik 70,82%, sedangkan satelit TERRA/AQUA (NASA) naik 176,33%.

"Pasca Karhutla,  kami akan mengadakan evaluasi pasca penanganan kebakaran hutan dan lahan sampai tingkat RT/RW," katanya.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: