ISPU PM10 Capai 411, Kepala BNPB: Karhutla di Jambi Lebih Buruk Dibandingkan 2015

TrubusNews
Binsar Marulitua
24 Sep 2019   17:30 WIB

Komentar
ISPU PM10  Capai 411,  Kepala BNPB: Karhutla di Jambi Lebih Buruk Dibandingkan 2015

Kepala BNPB Doni Monardo saat meninjau Karhutla di Desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi (24/9/2019). (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo  melaporkan, hingga Selasa 24 September 2019 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Karhutla di Provinsi Jambi sangat buruk. Bahkan, catatan ISPU di Jambi tahun 2019 mengalahkan  kejadian karhutla tahun 2015. 

"Hal ini berdampak kepada kesehatan. Catatan ISPU tahun 2019 lebih jelek dibandingkan tahun 2015" kata Doni di Posko Karhutla, Desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi (24/9/2019).

Baca Lainnya : 14 Perusahaan Asing Terlibat Karhutla di Indonesia, Malaysia dan Singapura Mendominasi

Doni menjelaskan, menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tahun 2015 ISPU, partikulat PM10 terburuk Jambi adalah 173 atau dalam kategori tidak sehat. Sedangkan di tahun 2019, ampai dengan 23 September ISPU partikulat PM10 terburuk Jambi mencapai 411 atau dalam kategori berbahaya. 

"Jambi begitu pekat asapnya, karena lebih dari lima ribu hektar adalah lahan gambut yang kedalamannya cukup dalam. Di beberapa tempat apinya ada yang berada di dalam tanah, dengan kedalaman 5 meter" ungkapnya.

Sebelumnya, Doni menjelaskan  lahan gambut yang terbakar banyak berada di provinsi Riau mencapai 40.500 hektare. Kemudian disusul Kalimantan Tengah sekitar 24 ribu hektare dan sisanya tersebar di Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Hutan dan lahan yang terbakar di sejumlah wilayah, baik Sumatera maupun Kalimantan mencapai 328.724 hektare.Dari jumlah tersebut, 89 ribu hektar merupakan lahan gambut," tambahya.

Baca Lainnya : Padamkan Karhutla, BNPB:Teknologi Cuaca Lebih Berdampak Signifkan Ketimbang Water Bombing

Ia melanjutkan, teknologi modifikasi cuaca oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan BNPB dengan dukungan TNI berhasil memicu hujan di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Khusus di daerah Kalimantan Selatan, hujan turun karena pengaruh penebaran garam di Kabupaten Pulang Pisau. Hujan turun di sebagian wilayah Kota Martapura dan Banjarmasin pada Jumat (20/9/2019) sore dan daerah lainnya pada Sabtu (21/9/2019) dan Minggu (22/9/2019).

Sementara hujan juga turun di Kota Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak di Kalimantan pada Senin (23/9/2019) pagi. Selain itu, hujan turun di Bengkalis, Riau.

Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berdasarkan data  Krisis Kesehatan  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tercatat  mencapai 919.516  di 6 provinsi. Provinsi tersebut meliputi seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan

Dari catatan tersebut Provinsi  Jambi menjadi penderita ISPA terbanyak kedua dengan jumlah total 63.554 orang selama periode Juli–Agustus 2019.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: