Padamkan Karhutla, BNPB:Teknologi Cuaca Lebih Berdampak Signifkan Ketimbang Water Bombing

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Sep 2019   22:30 WIB

Komentar
Padamkan Karhutla, BNPB:Teknologi Cuaca Lebih Berdampak Signifkan Ketimbang Water Bombing

Pemadaman karhutla di lahan gambut (Foto : KLHK)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, mengatakan penerapan teknologi modifikasi cuaca lebih berdampak signifikan dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan bom air (water bombing).

Hal tersebut diungkapkan setelah melalui pengamatan dan evaluasi penanganan karhutla menggunakan pengeboman air di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Sejauh ini kegiatan penanganan dengan hel water bombing ternyata juga tidak begitu efektif," jelas Doni di Graha BNPB Jakarta, Senin (23/9/2019).

Menurut Doni, penanganan dengan hel water bombing hanya efektif memadamakan karhutla untuk skala kecil sangat efektif. Tetapi untuk penanganan di lahan gambut kurang efektif karena air hanya memadamkan api di permukaan saja. 

Baca Lainnya : Sudah 52 Korporasi Pemegang izin Konsesi Disegel Terkait Karhutla, Luas Lahan Capai 8.931 Hektar

"Api belum tentu padam meskipun telah dilakukan water bombing pada lahan yang terbakar, khususnya di kawasan lahan gambut." tambahnya. 

Doni menambahkan lahan gambut yang terbakar banyak berada di provinsi Riau mencapai 40.500 hektare. Kemudian disusul Kalimantan Tengah sekitar 24 ribu hektare dan sisanya tersebar di Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Hutan dan lahan yang terbakar di sejumlah wilayah, baik Sumatera maupun Kalimantan mencapai 328.724 hektare.Dari jumlah tersebut, 89 ribu hektar merupakan lahan gambut," tambahya.

Ia melanjutkan, teknologi modifikasi cuaca oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan BNPB dengan dukungan TNI berhasil memicu hujan di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Khusus di daerah Kalimantan Selatan, hujan turun karena pengaruh penebaran garam di Kabupaten Pulang Pisau. Hujan turun di sebagian wilayah Kota Martapura dan Banjarmasin pada Jumat (20/9/2019) sore dan daerah lainnya pada Sabtu (21/9/2019) dan Minggu (22/9/2019).

Sementara hujan juga turun di Kota Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak di Kalimantan pada Senin (23/9/2019) pagi. Selain itu, hujan turun di Bengkalis, Riau.

Baca Lainnya : Terus Bertambah, Polri Tetapkan 5 Korporasi dan 218 Tersangka Karhutla

Dalam upaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, pemerintah juga telah mengerahkan sekitar 50 ribu personel darat serta 48 helikopter dan pesawat di enam provinsi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: