Warisan Budaya Indonesia "Unjuk Gigi" di UNESCO Paris

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Sep 2019   18:00 WIB

Komentar
Warisan Budaya Indonesia "Unjuk Gigi" di UNESCO Paris

Suasana pagelaran seni dan budaya berjudul ‘Presenting Indonesian Heritage to the World’ pada Kamis, 19 September 2019 lalu di UNESCO Paris. (Foto : Kemenlu)

Trubus.id -- Warisan budaya Indonesia kembali menujukkan pesonanya kepada masyarakat dunia melalui pagelaran seni dan budaya berjudul ‘Presenting Indonesian Heritage to the World’ pada Kamis, 19 September 2019 lalu di UNESCO Paris. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 750 penonton dari kalangan diplomatik, pemerhati Indonesia dan masyarakat umum di Prancis.

Pagelaran mengajak penonton untuk menikmati kekayaan warisan budaya Indonesia dari segi musik, tarian, maupun atraksi bela diri. Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Prancis dan UNESCO, Arrmanatha Nasir, menyampaikan bahwa Indonesia dianugrahi oleh berbagai kekayaan alam dan budaya.

Pengaruh budaya Indonesia berasal dari berbagai pelosok dunia seperti Timur Tengah, Eropa, China dan India. Ini membuat Indonesia sebagai surga bagi pencinta warisan budaya.

Sebagai negara yang memiliki sekitar 1300 kelompok ethnis, selain menunjukan kekayaan warisan budaya Indonesia, pagelaran juga menunjukan keterbukaan budaya Indonesia. Beberapa pemain gamelan dan penari dalam pagelaran merupakan orang Prancis dan Eropa lainnya. 

Baca Lainnya : Ditetapkan Unesco, Tambang Ombilin Sawahlunto jadi Warisan Dunia ke-9 Milik Indonesia

“Pagelaran malam ini akan kaya dengan warna, musik, dan tarian, namun perlu diingat bahwa ini hanya sebagian kecil, sebagian sangat kecil dari kekayaan warisan budaya Wonderful Indonesia,” sebut Duta Besar Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (23/9/2019). 

Pagelaran budaya menampilkan kesenian dari lima daerah di Indonesia, yaitu Kesenian Minangkabau (Gastarana), Kesenian Gendang Beleq-Lombok (Puspa Gita Pertiwi), Gamelan dan Tarian Jawa (Pantcha Indra), Kesenian Sunda dan atraksi Pencak Silat (Kontingen Budaya dan Pencak Silat Jawa Barat), serta kesenian Bali (Puspa Warna). Kelima daerah tersebut dipilih untuk mewakili daerah di Indonesia yang memiliki warisan (budaya, geopark, heritage site) yang telah diakui oleh UNESCO. 

Duta Besar RI untuk UNESCO mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap UNESCO untuk bekerjasama dalam melindungi, melestarikan dan memastikan warisan budaya dapat bermanfaat bagi generasi mendatang. Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk kampanye warisan Indonesia yang masih dalam proses inskripsi UNESCO, seperti pencak silat dan gamelan.

“Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk melindungi melestarikan, dan memastikan agar warisan budaya dapat memberi manfaat bagi generasi mendatang. Oleh karena itu Indonesia akan terus bekerja sama dengan UNESO,” tegas Arrmanatha Nasir.

Surya Rosa Putra, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO selaku Koordinator Acara, mengatakan, kegiatan ini juga dilakukan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia dan selebrasi berbagai situs yang diinskripsi pada 2019 seperti tambang batu bara Ombilin, Sawahlunto. 

Baca Lainnya : Cegah Kerusakan SDA, Kalsel Segera Daftarkan Geopark Pegunungan Meratus ke Unesco

Melalui upaya diplomasi budaya seperti ini, KBRI Paris berharap agar seluruh anggota UNESCO dapat lebih mengenal kekayaan alam, budaya dan biosfer Indonesia. KBRI Paris juga mendorong agar semakin banyak kekayaan alam dan budaya Indonesia yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia. 

Saat ini telah tercatat di UNESCO terdapat 9 situs warisan budaya dan alam, 9 warisan budaya tak benda dan 15 cagar biosfer Indonesia. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar di antara negara-negara ASEAN. 

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: