Asap Karhutla Masih Pekat, Jarak Pandang di Minangkabau Hanya Dua Kilometer

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 Sep 2019   10:30 WIB

Komentar
Asap Karhutla Masih Pekat, Jarak Pandang di Minangkabau Hanya Dua Kilometer

Kabut asap pekat akibat karhutla (Foto : Dok BNPB)

Trubus.id -- Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah Provinsi di Sumatera seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan mengakibatkan jarak pandang terbatas. Seperti yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), jarak pandang di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman hanya berkisar dua kilometer pada Senin (23/9) pagi.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, kabut asap di wilayah setempat masih pekat. Meski begitu, Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra mengatakan jarak pandang yang cukup pendek ini tidak menggangu aktivitas penerbangan.

"Sejauh ini semua masih normal, penerbangan akan terganggu kalau jarak pandang hanya 800 meter hingga satu kilometer," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra saat dikonfirmasi Antara, Senin (23/9).

Baca Lainnya : Sudah 52 Korporasi Pemegang izin Konsesi Disegel Terkait Karhutla, Luas Lahan Capai 8.931 Hektar

Pantauan terakhir yang dilakukan LAPAN menyebut, jumlah titik panas yang berada di kawasan Sumatera mencapai 824 titik, 8 titik panas diantaranya berada di Sumatera Barat.

"Untuk di Bandara Minangkabau pagi tadi sempat berada pada dua kilometer, namun saat ini mulai kembali meningkat menjadi 3,5 kilometer. Sementara di Bukittinggi jarak pandang hanya 500 meter," demikian penjelasakn Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha di Padang, Senin (23/9)  mengutip Antaranews.

Pihaknya juga menekankan bahwa kualitas udara di Sumatera Barat semakin buruk. “Kami telah menganjurkan masyarakat untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari penyakit akibat kabut asap seperti ISPA,” tutup Yudha.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan:          
Bagikan: