Sudah 52 Korporasi Pemegang izin Konsesi Disegel Terkait Karhutla, Luas Lahan Capai 8.931 Hektar

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Sep 2019   02:30 WIB

Komentar
Sudah 52 Korporasi Pemegang izin Konsesi Disegel Terkait Karhutla, Luas Lahan Capai  8.931 Hektar

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengungkapkan telah dilakukan penegakan hukum pada lingkup kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan penyegelan 52 perusahaan pemegang izin konsensi terkait dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Total luas area penyegelan tersebut capai 8.931 hektar. 

Adapun rincian 52 perusahaan pemegang izin konsensi yang disegel adalah; Jambi 2 perusahaan, Riau 8 perusahaan, Sumsel 1 perusahaan, Kalbar 30 perusahaan, Kalteng 9 perusahaan, dan Kaltim 2 perusahaan.

Menteri Siti menjelaskan, selain menyegel 52 perusahaan pemegang izin konsensi, telah dilakukan penyidikan terhadap 5 perusahaan terkait karhutla yaitu: PT. SKM (Kalbar), PT. ABP (Kalbar), PT. AER (Kalbar), PT. KS (Kalteng), dan PT. IFP (Kalteng).

Baca Lainnya : Terus Bertambah, Polri Tetapkan 5 Korporasi dan 218 Tersangka Karhutla

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan Polri dan Pemda, mengenai upaya penegakan hukum ini. Tindakan tegas diambil untuk melawan kejahatan karhutla yang kembali massif terjadi,” tegas Menteri Siti dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu, (22/9/2019). 

Ia mengutarakan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta asap di Sumatera dan Kalimantan masih terus dilakukan pemerintah melalui kerja tim Satuan Tugas (Satgas) terpadu. 

“Kemarin siang (21/9/2019) dilaporkan hujan turun di Palangkaraya serta sebagian Kaltim dan Kalsel. Hujan buatan juga terus dilakukan di Riau, mengingat di provinsi ini mengalami dampak asap karhutla dari provinsi tetangga (Jambi dan Sumsel),” ungkap Menteri Siti. 

Baca Lainnya : Rampas Keuntungan Konsesi Pembakar Lahan, Ini Instrumen Hukum yang Ditempuh KLHK

Menteri Siti pun menegaskan bahwa dirinya terus berkomunikasi dengan Pangdam dalam penanganan karhutla dan asap di Jambi dan Sumsel.

“Meski hari ini hotspot relatif menurun, namun penanganan dampak asap sangat penting untuk terus menerus dilakukan dengan cara hujan buatan atau teknik modifikasi cuaca,” ujar Menteri Siti.

Menteri Siti menyatakan karena saat ini masih musim kering, Satgas terus berupaya keras melakukan modifikasi cuaca dan water boombing. Tim pemadam darat juga terus bekerja siang malam untuk memadamkan titik api. Tantangan pemadaman saat kebakaran terjadi di lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Berdasarkan data planologi KLHK, jumlah areal terbakar di Sumatera seluas 84.832 hektar, Kalimantan 98.316 hektar, dan Papua/Papua Barat seluas 6.296 hektar. Sehingga dari ketiga pulau tersebut yaitu Sumatera, Kalimantan, Papua/Papua Barat maka totalnya 189.444 hektar (Sumatera 44,78%, Kalimantan 51,90%, Papua/Papua Barat 3,32%).

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: