BRG Kooperatif Hadapi Dugaan Penyelewengan Infrastruktur Pembasahan Gambut

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Sep 2019   10:00 WIB

Komentar
BRG  Kooperatif Hadapi Dugaan Penyelewengan Infrastruktur Pembasahan Gambut

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead saat membantu pemadaman lahan gambut yang terbakar. (Foto : Dok BRG)

Trubus.id -- Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengungkapkan, pihaknya membuka diri dalam menerima kritik maupun dugaan laporan penyelewengan dalam menghadapi informasi dugaan indikasi korupsi pada pengerjaan infrastruktur pembasahan gambut di Kalimantan Tengah. Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

“Setiap laporan akan kami tanggapi dengan serius. Kami tidak akan mencoba menutupi,” ujar  Nazir Foead dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (23/9).

Baca Lainnya : Restorasi Gambut Papua Garap Pemberdayaan Ekonomi Melalui Tanam Sagu

Nazir menjelaskan, BRG belum mengetahahui proyek apa dan berapa jumlah dana yang diduga diselewengkan. BRG baru mengetahui informasi dugaan penyalahgunaan anggaran proyek pembangunan sumur bor tersebut dari berita yang beredar di media massa.

“Kami akan cross check terlebih dulu kepada pihak Kejaksaaan,” tambahnya. 

Dia juga mengungkapkan, pagu anggaran pengerjaan infrastruktur pembasahan gambut termasuk, pembangunan sumur bor dan sekat kanal di Kalteng 2019 sebanyak Rp42 M, dengan realisasi per September 25%.

Rekap capaian sumur bor dan sekat kanal di Kalteng 2019 sebaga PAGU anggaran 2018 Rp84M, realisasi Rp72M sebgai berikut:
Dukungan dana APBN BRG:
1. 2017: 5.275 sumur bor, 1.184 sekat kanal, 100 timbun kanal
2. 2018: 4.325 sumur bor, 1.350 sekat kanal, 15 timbun kanal
3. 2019 (data per September dengan dana tugas pembantuan): 1.130 sumur bor, 344 sekat kanal

Dilaksanakan oleh Mitra:
4. 2016: 800 sumur bor, 30 sekat kanal
5. 2017: 90 sekat kanal, 99 timbun kanal
6. 2018: 20 sumur bor, 507 sekat kanal 

"Estimasi luas terdampak dari intervensi BRG dan mitra seluas 366.078 hektar," tambahnya. 

Baca Lainnya : Sebar Teknik Agroforestry, Petani Ini Tuai Panen di Lahan Gambut Tanpa Membakar

Sebelumnya, dalam pemberitaan di media massa online disebutkan bahwa Kejaksaan Negeri Palangkaraya menemukan dugaan penyalahgunaan anggaran program pembasahan lahan gambut senilai Rp11 miliar, yang dieksekusi Dinas Lingkungan Hidup. 

Tim dari Kejaksaan Negeri Palangkaraya diberitakan telah menggeledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Kantor Tim Restorasi Gambut Daerah dan Kantor Kelurahan Bukit Tunggal. 


 

BRG

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: