Peringati Hari Badak Sedunia, KLHK: Selamatkan Badak Sumatera dari Kepunahan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
22 Sep 2019   18:00

Komentar
Peringati Hari Badak Sedunia, KLHK: Selamatkan Badak Sumatera dari Kepunahan

Badak Sumatera (Foto : WWF)

Trubus.id -- Berdasarkan hasil Population Viability Analysis Badak Sumatera tahun 2015, saat ini populasinya diperkirakan kurang dari 80 ekor. Spesies badak yang sebagian besar berada di kawasan konservasi di TN Way Kambas, TN Bukit Barisan Selatan, Kawasan Ekosistem Gunung Leuser dan sebagian kecil di Pulau Kalimantan, terutama di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu tesebut mendesak untuk diselamatkan.

Sebagai upaya menyelamatkan populasi badak sumatera, Pemerintah Indonesia dengan didukung mitra kerja telah menyusun Rencana Aksi Darurat (RAD) / Emergency Action Plan (EAP) Penyelamatan Populasi Badak Sumatera 2018-2021 (SK Dirjen KSDAE no. SK 421/KSDAE/SET/KSA.2/XII/2018 tanggal 6 Desember 2018).

RAD ini sebagai langkah strategis, mendesak, revolusioner dan prioritas tinggi untuk menyelamatkan badak sumatera dari kepunahan, mengingat saat ini jumlah populasinya kecil, laju perkembangbiakan yang rendah, adanya populasi yang terisolir dan populasi yang tidak viable, serta tingginya ancaman perburuan dan kehilangan habitat.

Baca Lainnya : Populasi Badak Sumatera Masih Terjaga Baik di Kawasan Leuser Barat

"Badak merupakan anugerah dari Tuhan, kita harus bertanggung jawab atas anugerah ini, KLHK sudah bekerja sangat keras di lapangan, kita sudah bekerjasama dengan para pihak, dari perguruan tinggi, Pemda, masyarakat pemerhati dan LSM," kata Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Tandya Tjahjana mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) mengutip laman resmi menlhk.go.id, Minggu (22/9).

Tandya menambahkan, jika tanpa adanya intervensi perlindungan badak sumatera oleh manusia, maka kepunahan badak sumatera menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Jika kepunahan ini terjadi akan menjadi catatan buruk generasi kita untuk generasi selanjutnya.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) siap mendukung dan selalu bersedia menjadi bagian dari konservasi badak, dan KLHK yakin mampu untuk mengembangkan badak kedepan karena badak sumatera bukan hanya milik Indonesia, namun juga masyarakat internasional.

"Level tapak adalah kuncinya, seberapapun kita lakukan seminar tapi jika pemahaman terhadap kondisi di level tapak tidak baik, akan sia-sia,"papar Tandya.

Baca Lainnya : Seekor Badak Putih Langka Disuntik Mati di Kebun Binatang Kopenhagen, Kenapa?

Sementara, Perwakilan Sumatran Rhino Rescue Alliances, Anwar Purwoto menyambut baik terbitnya RAD badak sumatera. Karena berdasarkan data, secara internasional badak sumatera dikategorikan satwa yang sangat kritis dan harus dilindungi, jika tidak ada campur tangan manusia untuk melindungi, maka badak sumatera akan punah.

Anwar pun meminta dalam penyelamatan atau konservasi badak sumatera ini semua pihak harus terlibat, dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah, Aktivis, LSM, Akademisi hingga masyarakat harus dilibatkan.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 22 Sep 2019 - 19:33

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: