2 Operasi Modifikasi Cuaca di Riau dan Palangkraya Berhasil Turunkan Hujan

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
20 Sep 2019   23:58

Komentar
2 Operasi Modifikasi Cuaca di Riau dan Palangkraya Berhasil  Turunkan Hujan

Ilustrasi kebakran hutan dan lahan (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) melaporkan, Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah membuat dua operasi rekayasa cuaca untuk menaggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dan Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Modifikasi cuaca turunkan hujan dan urai kabut asap tersebut, mampu mengurangi dampak karhutla setelah hujan dilaporakan berhasil turun pada kedua provinsi tersebut.

Pelaksana Harian, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, operasi modifikasi cuaca pembuatan hujan di Riau dilakuakan dengan penyemaian garam sebanyak 4.000 kg di daerah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hilir dan sekitarnya. 

"Berdasrkan laporan pandangan mata, petugas satuan darat yang berada di kecamatan Bukit Kapur menginformasikan Kota Dumai Hujan Deras," jelas Agus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (20/9/2019). 

Baca Lainnya : Gelar Ratas di Riau, Jokowi Tegur Pemda Kurang Inisiatif Tangani Karhutla

Sedangkan di Palangkaraya, tambah Agus, penyemaian 2.400 garam dilakukan di area Kabupaten Kapuas, Pulang Pisang, Sampit, Gunungmas, Barito, Katingan dan Kota Palangkaraya. Penyemaian tersebutmampu membuat hujan di Pulau Pisau, Bandara Tjilik Riwut dan Kota Palangkaraya. 

Operasi mengurangi dampak kebakaran hutan lahan (karhutla) juga dilakukan dengan mengurai asap sisa pembakaran. Di Palangkaraya, untuk mengurai kepekatan kabut asap  telah dilakukan dengan penyebaran 10.000 kg Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor aktif di sebar di udara.

Menurut rencana, penggunaan kapur tohor aktif juga akan dilakaukan di riau pada Sabtu (21/9/2019) pagi. 

"Sedangkan untuk Riau sebanyak 10.000 kg kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi," tambahnya. 

Baca Lainnya : Terus Bertambah, Polri Tetapkan 5 Korporasi dan 218 Tersangka Karhutla

Agus mengharapkan, dengan kombinasi operasi hujan buatan dengan penyemaian garama dan pengurangan kabut asap dengan kapur tohor aktif, hujan diharapkan turun lebih mudah sehingga karhutla dapat padam dan langit kembali biru. 

BNPB juga melaporkan, Berdasarkan data Pusat Penanggulangan Krisis (PPK), Kementerian Kesehatan, rekapitulasi data penyakit ISPA 2019 di beberapa provinsi sebagai berikut, Provinsi Riau pada periode Februari - September tercatat sejumlah 268.591 jiwa, sedangkan di Provinsi Jambi pada periode Juli - Agustus sejumlah 63.554. 

Pada Provinsi Sumatera Selatan, jumlah terpapar ISPA periode Maret - September tercatat 291.807. Di Kalimantan Barat, periode Februari - September, data tercatat sejumlah 163.662, kemudian Kalimantan Tengah pada periode Mei - September sejumlah 36.419 dan Kalimantan Selatan pada periode Juni - Agustus sejumlah 60.993. 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 21 Sep 2019 - 17:34

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kun

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: