Tinjau Karhutla di Kalimantan Tengah, Kepala BNPB: Lahan Sengaja Dibakar untuk Perkebunan

TrubusNews
Astri Sofyanti
20 Sep 2019   22:28 WIB

Komentar
Tinjau Karhutla di Kalimantan Tengah, Kepala BNPB: Lahan Sengaja Dibakar untuk Perkebunan

Kepala BNPB Doni Monardo ketika memberikan tausiyah usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al-Amin Banturung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (20/9). (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang juga terjadi di Kalimantan Tengah berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.

“Dampak asap dari karhutla sangat merugikan untuk kesehatan masyarakat setempat, khususnya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA),” kata Doni di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (20/9/19).

Dalam kunjungannya tersebut, Kepala BNPB juga menyempatkan diri mengunjungi sebuah puskesmas yang merawat anak terpapar ISPA akibat dampak asap karhutla.

Berdasarkan data Pusat Penanggulangan Krisis (PPK), Kementerian Kesehatan, rekapitulasi data penyakit ISPA 2019 di beberapa provinsi sebagai berikut, Provinsi Riau pada periode Februari - September tercatat sejumlah 268.591 jiwa, sedangkan di Provinsi Jambi pada periode Juli - Agustus sejumlah 63.554. Pada Provinsi Sumatera Selatan, jumlah terpapar ISPA periode Maret - September tercatat 291.807. Di Kalimantan Barat, periode Februari - September, data tercatat sejumlah 163.662, kemudian Kalimantan Tengah pada periode Mei - September sejumlah 36.419 dan Kalimantan Selatan pada periode Juni - Agustus sejumlah 60.993.

Di Kalimantan Selatan, Kepala BNPB juga melakukan pantauan udara di atas langit Kalimantan. Dalam perjalanannya menggunakan helikopter dari Banjarmasin menuju Palangkaraya hari ini (20/9), Kepala BNPB melihat hutan dan lahan sengaja dibakar. Doni kemudian membagikan foto-foto yang terkirim melalui pesan digital.

(Foto: Dok. BNPB)

“Bukti bahwa lahan yang terbakar atau dibakar akan menjadi kebun,” tulis Doni dalam pesan Whatsapp.

Operasi TMC Berhasil Turunkan Hujan

Sementara itu, Tim yang melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan yang berada di Palangkaraya, Kalimantan Tengah menyemai area Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Sampit, Gunungmas, Barito, Katingan dan Kota Palangkaraya juga membuahkan hasil. Berbekal 2.400 Kg NaCl disebar di sepanjang lintasan penerbangan awan Cumulus dengan ketinggian awan mencapai 15.000 kaki. Tim tersebut melaporkan hujan deras terpantau di Pulang Pisau, Bandara Tjilik Riwut dan Kota Palangkaraya.

Sementara, tim yang melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan yang berada di Provinsi Riau telah melaksanakan penyemaian garam sebanyak 4.000 kg di daerah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan sekitar. Berdasarkan laporan pandangan mata, petugas satuan darat yang berada di Kecamatan Bukit Kapur menginformasikan Kota Dumai hujan deras.

Operasi Mengurangi Kabut Asap dengan Kalsium Oksida

Hari ini (20/9) sejumlah 10.000 kg Kalsium Oksida (CaO) atau Kapur Tohor Aktif untuk operasi mengurangi kepekatan kabut asap di Kalimantan sudah datang di Palangkaraya. Sedang untuk Riau sebanyak 10.000 kg kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi.

Diharapkan dengan kombinasi operasi pengurangan kabut asap dengan kapur tohor aktif dan TMC, hujan diharapkan turun lebih mudah sehingga karhutla dapat padam dan langit kembali biru.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: