Menkop UKM Luncurkan Ekspor Perdana Kopi Kintamani Bali ke Korea Selatan

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
20 Sep 2019   18:30

Komentar
Menkop UKM Luncurkan Ekspor Perdana Kopi Kintamani Bali ke Korea Selatan

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga saat melakukan simbolis peluncuran perdana kopi Kintamani ke Korea. (Foto : Trubus.id/Thomas Aquinus Krisnaldi G)

Trubus.id -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menegah, AAGN Puspayoga meluncurkan ekspor perdana kopi Kintamani Bali ke Korea saat membuka event Smesco Rembug Kopi Nasional 2019, di gedung Smesco, Jakarta, Jumat (20/9).

Kopi Kintamani sendiri merupakan salah satu kopi terkenal dari Bali yang mendapat sertifikasi Indikasi Geografis (IG) secara resmi, sehingga sudah memenuhi standar internasional.

Direktur Utama LLP-KUKM, Emilia Suhami mengatakan, dengan sertifikasi tersebut artinya kopi Kintamani sudah diakui pemerintah mempunyai kekhasan yang hanya diperoleh di Kintamani saja.

“Dengan label itu, diharapkan nilai jual dan dampak ekonomi jatuhnya ke masyarakat Kintamani, bukan ke yang lain,” ujarnya.

Baca Lainnya : Rembug Kopi Nasional 2019 Dorong UMKM Kopi Naik Kelas

Dijelaskannya, proses kopi Kintamani sendiri ditanam di daerah yang sejuk dengan sistem pengairan tradisional, sehingga membuat biji kopi mempunyai kualitas baik, memiliki rasa lembut dan aroma khas. Hal tersebut berdampak pada cita rasa yang mendunia

Label kualitas internasional pada kopi Kintamani akhirnya membuat salah satu pengusaha kopi dari Bali, Kadek Edi melakukan ekspor perdana sebanyak 4 kontainer ke Korea Selatan.

Direktur Utama LLP-KUKM, Emilia Suhami  (Foto: Trubus.id/Iman Putera)

“Ekspor perdana ke Korea sebanyak 4 kontainer dengan total 72 ton, nilai ekspornya kira-kira 432 US Dollar untuk tujuan pasar ekspor Korea Selatan,” ujar Emilia.

Syafrudin, Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia atau Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) mengungkapkan, sosok Kadek Edi sendiri merupakan seniman kopi yang membina pertani sehingga semakin besar berbentuk koperasi dan berbadan hukum yang bisa melakukan ekspor.

"Inilah yang kita tularkan kepada teman-teman di lain daerah, bahwa sebagai UKM, petani menjadi pelaku ekspor. Dari petani jadi gapoktan jadi koperasi punya badan hukum dan sebagai eksportir," ujarnya.

Diakui Syafrudin, PT Kirana sebagai eksportir dari kafe seniman kopi di Bali,  sebelum melakukan ekspor ke Korea juga pernah melakukan ekspor ke Jepang, Selandia Baru dan  Australia. Sementara itu, kafenya di Ubud sudah menjadi terkenal dan menjadi tempat nongkrong wisatawan.

Baca Lainnya : Menkop UKM: Importir Harus Memberikan Edukasi ke Petani Kopi

Emilia mengakui, bahwa ekspor kopi ke Korea Selatan menandakan bahwa industri kopi menjanjikan, “Kita harapkan ini menarik orang-orang untuk berbisnis bergerak di bidang perkopian, mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Melalui Smesco Rembug Kopi Nasional 2019 Emilia mengatakan, bahwa event ini merupakan tempat edukasi yang baik bagi kaum milenial inkubator bisnis di bidang kopi. [NN]

 


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: